Dikirim Pakai Tol Laut, 918 Ton Beras Bansos Siap Disebar di NTT

BERITA530 Dilihat

JAKARTA – Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan melakukan pendistribusian Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) ke daerah terluar menggunakan Tol Laut. Kerja sama ini dilakukan untuk mengirim beras bantuan sosial (bansos) sebanyak 918 ton ke Nusa Tenggara Timur (NTT).

Direktur Distribusi dan Cadangan Pangan Bapanas, Rachmi Widiriani mengatakan ada sejumlah kontainer yang tiba di NTT, pertama sebanyak 6 kontainer atau sekitar 108 ton. Kemudian sampai di pelabuhan Waingapu mengangkut beras sebanyak 20 kontainer, pelabuhan Ende 10 kontainer, dan pelabuhan Larantuka 14 kontainer.

Laporan ini disampaikan saat meninjau kedatangan kapal Tol Laut KM Kendhaga Nusantara 7 di pelabuhan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu, (17/5) kemarin.

“Secara keseluruhan pengiriman yang dilakukan KM Kendhaga Nusantara 7 ini dalam program Movenas Tol Laut ini sekitar 918 ton beras,” katanya, dalam keterangan tertulis, dikutip Kamis (18/5/2023).

Menurutnya, pemanfaatan Tol Laut dapat mendorong efektivitas pendistribusian CPP ke daerah-daerah yang sulit di jangkau, sehingga pemanfaatan CPP bisa lebih optimal untuk pengendali harga dan menjaga ketersediaan stok untuk program bantuan pangan yang saat ini sedang berjalan.

“Kita terus upayakan CPP dapat dimanfaatkan secara optimal untuk memenuhi kebutuhan pangan. Seperti hari ini di pelabuhan Labuan Bajo sudah masuk Kapal Tol Laut KM Kendhaga Nusantara 7, membawa beras. Ini salah satu upaya NFA untuk membantu pemenuhan ketersediaan dalam rangka penyaluran bantuan pangan beras, kemudian juga untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat,” ujarnya.

Rachmi juga mengatakan, dengan masuknya kapal Tol Laut tersebut, maka pasokan beras dipastikan bertambah, sehingga diharapkan dapat menekan lonjakan harga dan mempercepat pendistribusian bantuan pangan beras untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di NTT.

“Pemanfaatan CPP untuk bantuan pangan beras saat ini menjadi salah satu konsen pemerintah. Pemerintah tengah berupaya memenuhi target penyaluran bantuan beras 10 Kg per KPM, terutama di pulau-pulau yang jauh supaya Mei ini bisa diselesaikan,” paparnya.

Adapun pendistribusian bantuan pangan beras tahap pertama di Provinsi NTT sampai dengan 16 Mei 2023 telah terealisasi sebanyak 2.503 ton atau 43% dari target penyaluran 5.846 ton. Total jumlah penyaluran tahap pertama di 38 provinsi telah terealisasi sebanyak 205.714 ton atau 96% dari total penyaluran tahap pertama sebanyak 213.530 ton atau setara untuk 21,3 juta KPM.

Sementara itu, Kepala Badan Pangan Nasional, Arief Prasetyo Adi melalui keterangannya mengatakan, aktivitas fasilitasi mobilisasi pangan melalui Tol Laut menjadi salah satu program strategis NFA dalam mewujudkan pemerataan pasokan pangan.

“Pemanfaatan Tol Laut untuk pengiriman CPP beras ini sangat baik dan efektif menjaga pasokan di semua wilayah. Selanjutnya kita mendorong BULOG untuk berkoordinasi apabila membutuhkan bantuan mobilisasi cadangan beras untuk mengisi kekosongan di daerah lain,” ucapnya.

Arief mengatakan, ke depannya kerja sama pemanfaatan Tol Laut bersama Kemenhub akan terus ditingkatkan sebagai upaya management stock kebutuhan bahan pokok penting sesuai arahan Presiden Joko Widodo.

Tenaga Ahli Menteri Perhubungan Bidang Transportasi Laut dan Kemaritiman Andre Mulpyana mengatakan, sesuai arahan Presiden dan Menteri Perhubungan, Program Kapal Tol Laut siap mendukung kebutuhan pendistribusian pangan hingga ke wilayah-wilayah terluar Indonesia. “Pada intinya Tol Laut mendukung kebutuhan emergency distribusi bahan pokok dan penting terutama pangan,” ujarnya.

Menurutnya, terlaksananya pendistribusian beras ke NTT melalui Tol Laut ini atas sinergitas yang baik antara Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah, dan BUMN. Dalam mendukung sektor-sektor strategis, ia mengatakan, Tol Laut yang disiapkan Kemenhub memberikan fasilitasi pendistribusian dengan harga yang lebih murah dari komersial, dan menjangkau wilayah yang lebih luas.

“Kita selalu terbuka dan siap berkolaborasi meningkatkan fasilitasi pendistribusian pangan ke daerah-daerah terluar atau defisit melalui trayek Tol Laut,” ujarnya.

Perwakilan Sekretariat Kabinet RI Zaenal Arifin meyakini dengan masuknya beras BULOG ke NTT via Tol Laut ini akan segera menambah capaian realisasi bantuan pangan beras di provinsi NTT.

“Tentunya ini akan menambah capaian realiasi bantuan beras di NTT menjadi lebih dari 43%. Pola pendistribusian menggunakan Tol Laut ini akan sangat membantu kelancaran distribusi serta kesejahteraan KPM di 38 provinsi,” ujarnya.

Sementara Kepala Divisi Perencanaan BULOG Epi Sulandari mengatakan, pengiriman melalui Tol Laut ini merupakan bagian dari upaya untuk penyebaran stok beras di seluruh gudang-gudang BULOG.

“Ini juga bagian dari kesiapan BULOG untuk melaksanakan penugasan dari NFA terkait penyaluran bantuan pangan beras melalui pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah,” tuturnya.

Kabid Pembinaan dan Pengembangan Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Manggarai Barat Suwardi menyambut baik program Tol Laut.

“Khusus untuk pengiriman beras Bulog ini kami sangat terbantu, karena akhir-akhir ini harga beras di Manggarai Barat masih cukup tinggi dengan tambahan distribusi barang khususnya beras bisa menekan harga,” ujarnya.

Ia berharap, program pengiriman bahan pangan melalui Tol Laut tidak hanya deviasi rute, selain itu diharapkan jumlah komoditas pangan yang dikirim ke NTT bertambah dan lebih beragam. “Diharapkan untuk barang pokok lain selain beras bisa lancar masuk ke Labuan Bajo. Dengan lancarnya barang masuk dan keluar bisa menekan harga.” Pungkasnya.

Sumbe: detik.com

Komentar