Lewat World Cleanup Day, DLH Dumai Ajak Warga Peduli Sampah

Lewat World Cleanup Day, DLH Dumai Ajak Warga Peduli Sampah
Foto dok AI

DUMAI – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Dumai mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan melalui momentum World Cleanup Day (WCD). 

Gerakan ini diharapkan menjadi langkah bersama dalam menumbuhkan kebiasaan hidup bersih sekaligus memperkuat semangat gotong royong di tengah masyarakat.

Ajakan tersebut mengacu pada Surat Wali Kota Dumai Nomor 500.9.14.1/128/DLH-SEKR tentang upaya mendorong partisipasi berbagai elemen masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman.

Kepala DLH Kota Dumai, Yudha Pratama Putra, mengatakan bahwa upaya menjaga kebersihan tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah. Partisipasi aktif masyarakat menjadi faktor penting agar lingkungan tetap terawat dan terbebas dari persoalan sampah.

Menurutnya, World Cleanup Day dapat dijadikan sebagai momentum untuk memperluas keterlibatan masyarakat, mulai dari organisasi kemasyarakatan, komunitas, lembaga pendidikan hingga pelaku dunia usaha, dalam melakukan aksi nyata menjaga lingkungan.

Ia menegaskan, kepedulian terhadap kebersihan perlu diwujudkan melalui tindakan sederhana yang dilakukan secara konsisten. Di antaranya membuang sampah pada tempatnya, memilah sampah sesuai jenisnya, mengurangi penggunaan produk sekali pakai, serta menjaga kebersihan di lingkungan masing-masing.

“Melalui momentum World Cleanup Day, kami mengajak seluruh masyarakat untuk mengambil bagian dalam menjaga kebersihan. Kepedulian ini bisa dimulai dari rumah, tempat kerja, fasilitas umum, hingga lingkungan sekitar kita,” ujar Yudha.

DLH Dumai juga mendorong camat, lurah, perangkat RT, komunitas, pelaku usaha, sekolah, serta organisasi kemasyarakatan untuk mengaktifkan kembali kegiatan gotong royong. Kegiatan tersebut dapat dilakukan dengan membersihkan permukiman, jalan lingkungan, parit dan saluran drainase, ruang terbuka hijau, kawasan pesisir, tempat ibadah, sekolah, pasar, serta fasilitas publik lainnya.

Yudha mengingatkan bahwa menjaga kebersihan lingkungan tidak cukup hanya dilakukan saat peringatan hari tertentu. Menurutnya, kebiasaan menjaga lingkungan harus menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari agar dampaknya dapat dirasakan secara berkelanjutan.

“Jangan sampai kita baru bergerak ketika lingkungan sudah kotor. Pencegahan harus dimulai dari kebiasaan mengelola sampah dengan benar. Jika setiap keluarga peduli terhadap kebersihan rumah dan lingkungan sekitarnya, dampaknya akan semakin luas bagi Kota Dumai,” imbaunya.

Lebih lanjut, ia menyebut persoalan sampah membutuhkan kerja sama yang berkesinambungan antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha. Pemerintah memiliki peran dalam menyiapkan kebijakan serta pelayanan persampahan, sementara masyarakat turut menentukan keberhasilan melalui perilaku dan kedisiplinan dalam mengelola sampah.

Melalui kolaborasi tersebut, DLH Dumai berharap semangat World Cleanup Day tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat, tetapi berkembang menjadi gerakan kolektif yang mampu membangun lingkungan kota yang lebih bersih, sehat, dan nyaman untuk seluruh masyarakat.***

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index