DUMAI — TNI Kodim 0320/Dumai melalui Babinsa Kelurahan Lubuk Gaung Koramil 03/Sungai Sembilan, Pelda Tarmin, terus melakukan pendampingan terhadap pembangunan jembatan beton tahap VII di Jalan KUD RT 21, Kelurahan Lubuk Gaung, Kecamatan Sungai Sembilan, Kota Dumai, Rabu (7/10/2026).
Pendampingan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian Babinsa terhadap pembangunan infrastruktur yang menjadi akses penghubung bagi masyarakat di wilayah RT 21.
Jembatan yang dibangun memiliki panjang bentangan sekitar 8 meter dengan lebar sungai mencapai 5 meter. Kedalaman air berkisar antara 1 hingga 2 meter, sementara ketinggian air saat banjir dapat mencapai sekitar 2 meter.
Dalam kegiatan tersebut, pekerjaan yang dilaksanakan meliputi perakitan besi balok dan pengemalan sebagai bagian dari tahapan pembangunan konstruksi jembatan.
Sebanyak 2 personel TNI, 3 pekerja dan 2 masyarakat turut terlibat dalam proses pembangunan. Jembatan tersebut nantinya diharapkan dapat memberikan manfaat bagi sekitar 413 jiwa dari 240 kepala keluarga (KK) yang berada di wilayah tersebut.
Dandim 0320/Dumai Letkol Arm Herman Santoso mengatakan, kehadiran Babinsa dalam kegiatan pembangunan infrastruktur merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial sekaligus bentuk kepedulian TNI terhadap kebutuhan masyarakat.
“Babinsa harus hadir di tengah masyarakat, termasuk dalam kegiatan pembangunan yang menyangkut kepentingan dan akses masyarakat. Pendampingan ini merupakan wujud kemanunggalan TNI dengan rakyat,” ujar Letkol Arm Herman Santoso.
Menurutnya, pembangunan jembatan tersebut memiliki arti penting karena menjadi salah satu akses penghubung bagi warga. Dengan adanya jembatan yang lebih layak, diharapkan mobilitas masyarakat dapat berjalan lebih aman dan lancar.
“Kita berharap pembangunan jembatan ini dapat berjalan dengan baik dan selesai sesuai tahapan yang direncanakan, sehingga nantinya dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mendukung aktivitas sehari-hari,” katanya.
Dalam pelaksanaan pekerjaan, kondisi air sungai yang sedang pasang menjadi salah satu kendala di lapangan. Meski demikian, kegiatan pembangunan tetap berlangsung dengan memperhatikan kondisi dan faktor keselamatan kerja.
Dandim juga mengingatkan seluruh pihak yang terlibat agar tetap mengutamakan keselamatan selama proses pembangunan, mengingat pekerjaan dilakukan di sekitar aliran sungai.
“Keselamatan harus menjadi perhatian utama. Kita ingin pembangunan berjalan lancar, namun tetap memperhatikan kondisi lingkungan dan keamanan personel maupun masyarakat yang terlibat,” pungkasnya.
Hingga kegiatan selesai dilaksanakan, situasi di lokasi pembangunan jembatan beton tahap VII tersebut berjalan aman dan terkendali.***