Jembatan Beton Tahap VII di Lubuk Gaung Mulai Masuk Tahap Pengecoran

Jembatan Beton Tahap VII di Lubuk Gaung Mulai Masuk Tahap Pengecoran

DUMAI – Pembangunan jembatan beton tahap VII di Jalan KUD RT 21, Kelurahan Lubuk Gaung, Kecamatan Sungai Sembilan, Kota Dumai, terus dilanjutkan. Pada Sabtu (26/9/2026), proses pekerjaan memasuki tahap penggecoran lantai kerja dan pondasi.

Kegiatan tersebut mendapat pendampingan Babinsa Kelurahan Lubuk Gaung Koramil 03/Sungai Sembilan, Pelda Tarmin, sebagai bagian dari upaya mendukung pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat di wilayah binaannya.

Jembatan tersebut memiliki bentangan sepanjang 8 meter dengan lebar sungai sekitar 5 meter. Kedalaman air berkisar 1 hingga 2 meter, sementara saat kondisi banjir ketinggian air dapat mencapai sekitar 2 meter dengan kecepatan arus normal sekitar 1 meter per detik.

Pembangunan jembatan ini nantinya menjadi akses penghubung bagi masyarakat di wilayah RT 21. Tercatat sekitar 413 jiwa dari 240 kepala keluarga yang akan menerima manfaat dari keberadaan jembatan tersebut.

Dalam pelaksanaan pekerjaan, sebanyak 4 personel TNI, 5 pekerja dan 7 masyarakat turut terlibat. Adapun pekerjaan yang dilakukan pada hari tersebut meliputi penggecoran lantai kerja dan pondasi.

Dandim 0320/Dumai Letkol Arm Herman Santoso mengatakan, pembangunan infrastruktur yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat merupakan bagian penting dalam mendukung aktivitas warga.

“Kami dari jajaran Kodim 0320/Dumai akan terus mendukung kegiatan pembangunan yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Kehadiran Babinsa di lapangan merupakan bentuk kepedulian sekaligus upaya memastikan kegiatan di wilayah binaan dapat berjalan dengan baik,” ujar Letkol Arm Herman Santoso.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat dalam pembangunan juga menjadi bagian penting karena dapat memperkuat semangat gotong royong sekaligus meningkatkan rasa memiliki terhadap fasilitas yang dibangun.

“Jembatan ini nantinya diharapkan dapat membantu kelancaran aktivitas masyarakat, khususnya warga yang menggunakan akses tersebut sebagai penghubung antarwilayah. Semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat harus terus dipelihara,” katanya.

Dandim juga mengingatkan seluruh pihak yang terlibat untuk tetap memperhatikan faktor keselamatan selama proses pembangunan, terlebih kondisi di lapangan dipengaruhi oleh pasang air sungai.

“Keselamatan dalam bekerja harus menjadi perhatian utama. Kami berharap pembangunan dapat berjalan lancar hingga selesai dan nantinya dapat dimanfaatkan masyarakat secara optimal,” pungkasnya.

Meski terdapat kendala berupa air sungai yang sedang pasang, kegiatan pembangunan pada Sabtu tersebut berlangsung dalam kondisi aman dan terkendali.***

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index