DUMAI - Babinsa Kelurahan Pangkalan Sesai Koramil 01/Dumai, Sertu Agustinus Hasugian melaksanakan kegiatan pendampingan dukungan Makanan Bergizi Gratis yang diselenggarakan Yayasan Dumai Barat bersama Badan Gizi Nasional di wilayah Pangkalan Sesai, Kota Dumai, Senin, 2 Februari 2026.
Kegiatan berlangsung di SPPG Dumai Barat dengan menyasar sejumlah sekolah dari tingkat TK hingga SMK.
“Kami melaksanakan pendampingan untuk memastikan program Makanan Bergizi Gratis berjalan dengan baik dan tepat sasaran bagi para pelajar di wilayah binaan,” ujar Sertu Agustinus Hasugian.
Kegiatan distribusi makanan bergizi tersebut dimulai dengan melibatkan tim distribusi dari Badan Gizi Nasional, unsur Koramil 01/Dumai, serta para guru dari masing-masing sekolah penerima manfaat.
“Pendampingan ini merupakan bentuk dukungan kami terhadap program pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi generasi muda, khususnya para pelajar di wilayah Pangkalan Sesai,” katanya.
Program tersebut menjangkau sejumlah sekolah, di antaranya TK Labaika, SDN 003 Pangkalan Sesai, SDN 014 Simpang Tetap Darul Ichsan, MTs An-Nuur, serta SMKN 1 Dumai dengan total penerima manfaat mencapai 2.747 orang yang terdiri dari siswa, guru, dan tenaga kependidikan.
“Jumlah penerima manfaat cukup besar, sehingga pengawasan distribusi perlu dilakukan agar seluruh penerima mendapatkan makanan sesuai data yang telah ditetapkan,” ungkapnya.
Menu makanan yang dibagikan terdiri dari nasi putih, ayam krispi saus padang, tahu goreng, acar timun wortel, serta buah jeruk yang disesuaikan dengan standar kebutuhan gizi pelajar.
“Kami juga memastikan makanan yang didistribusikan dalam kondisi layak konsumsi, higienis, dan memenuhi standar gizi yang telah ditentukan,” jelasnya.
Sertu Agustinus menambahkan bahwa kegiatan berjalan lancar berkat koordinasi yang baik antara penyelenggara, pihak sekolah, serta unsur pendukung lainnya selama proses distribusi berlangsung.
“Kami berharap program ini dapat terus berlanjut karena sangat membantu meningkatkan kesehatan dan semangat belajar para siswa di wilayah binaan,” tutupnya.***