DUMAI — Kodim 0320/Dumai melalui Koramil 02/Bukit Kapur bersama tim gabungan melaksanakan kegiatan pemadaman dan pendinginan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kelurahan Mundam, Kecamatan Medang Kampai, Kota Dumai, Selasa (3/2/2026).
Pemadaman dilakukan di satu titik kebakaran yang berada di Jalan Prima Raya RT 01, Kelurahan Mundam. Berdasarkan laporan di lapangan, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar dua hektare dengan kondisi lahan berupa semak belukar dan tanah gambut.
Kegiatan pemadaman melibatkan personel gabungan dari berbagai unsur, di antaranya TNI sebanyak satu orang, Polsek Medang Kampai sepuluh orang, BPBD tujuh orang, Manggala Agni sembilan orang, Masyarakat Peduli Api (MPA) Kelurahan Mundam lima orang, serta satu orang dari pihak kelurahan.
Untuk mendukung proses pemadaman, tim menggunakan lima unit mesin pemadam (ministriker) dan 36 rol selang. Meski demikian, upaya pemadaman menghadapi sejumlah kendala, seperti kondisi tanah gambut, keterbatasan sumber air, serta angin kencang yang berubah-ubah arah.
Komandan Kodim 0320/Dumai Letkol Arm Herman Santoso menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan kebakaran tersebut.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh personel gabungan yang telah bekerja keras di lapangan. Sinergi antara TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, MPA, dan pemerintah kelurahan sangat penting dalam menanggulangi Karhutla agar tidak meluas,” ujar Letkol Arm Herman Santoso.
Dandim menegaskan bahwa Kodim 0320/Dumai akan terus siaga dan responsif dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Dumai.
“Kami akan terus meningkatkan patroli serta kesiapsiagaan personel, khususnya di wilayah rawan Karhutla. Pencegahan dan penanganan cepat menjadi kunci agar dampaknya tidak semakin besar bagi masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan oleh pihak Polsek Medang Kampai. Lahan yang terbakar diketahui milik seorang warga bernama Herman.
Hingga saat ini, proses pemadaman dan pendinginan terus dilakukan untuk memastikan api benar-benar padam dan tidak kembali muncul titik api baru.***