DUMAI - 5 Januari 2025, Kilang Pertamina Dumai berhasil menjaga keandalan produksi serta ketahanan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk jaga suplai energi masyarakat selama periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Selama periode tersebut, Kilang Pertamina Dumai melalui unit operasi Kilang Dumai dan Kilang Sungai Pakning beroperasi secara aman dan lancar tanpa hambatan operasional.
Bertepatan dengan berakhirnya masa tugas Satuan Tugas Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Satgas Nataru) pada Jumat (2/1), Kilang Pertamina Dumai menerima kunjungan anggota Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Eman Salman Arief beserta rombongan. Kunjungan ini dilakukan untuk untuk memantau dan memastikan secara langsung ketersediaan stok dan penyaluran BBM pasca Tahun Baru 2026
Kedatangan anggota Komite BPH Migas, Eman Salman Arief beserta rombongan tersebut diterima langsung oleh General Manager Kilang Pertamina Dumai, Iwan Kurniawan, didampingi Senior Manager Operation & Manufacturing (SMOM) Kilang Pertamina Dumai Isnandhi Saputra serta jajaran tim manajemen Kilang Pertamina Dumai. Pertemuan yang disertai dengan sesi diskusi berlangsung di Ruang Rapat Solar, Main Office Kilang Pertamina Dumai.
Dalam kunjungannya ke Kilang Pertamina Dumai, Eman Salman Arief memaparkan fungsi dan tugas BPH Migas berdasarkan UU No. 22 Tahun 2011 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagai regulator hilir migas. Pada kesempatan tersebut, Eman juga sekaligus menanyakan mengenai kondisi aktual ketahanan stok BBM dan kondisi operasional kilang.
“Kami ingin memantau secara langsung dan memastikan ketahanan stok di Kilang Pertamina Refinery Unit II serta kelancaran distribusi BBM pasca libur Tahun Baru 2026 agar tetap terjaga bagi masyarakat,” ujar Eman.
Kunjungan kerja Anggota Komite BPH Migas tersebut turut dihadiri oleh Sales Area Manager Riau PT Pertamina Patra Niaga Sumbagut, Wilson Eddi Wijaya, yang memaparkan kondisi distribusi dan penyaluran BBM serta LPG di wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) selama periode Nataru 2026.
Menanggapi hal tersebut, General Manager Kilang Pertamina Dumai Iwan Kurniawan memaparkan overview mengenai Kilang Dumai dan Kilang Sungai Pakning sekaligus menyampaikan bahwa selama periode Nataru 2026, pihaknya telah menyiagakan Satgas untuk memastikan seluruh aktivitas operasional berjalan aman dan terkendali.
“Alhamdulillah, Kilang beroperasi dengan normal dengan kapasitas di 100 persen kapasitas dan kita juga terus suplai secara kontiniu untuk kawan-kawan di Pertamina Patra Niaga dalam pemenuhan BBM. Kami secara keseluruhan untuk pemenuhan BBM kapasitas sekitar di 16,5 %, ini cukup memberikan dampak kontribusi untuk total pemenuhan suplai kebutuhan BBM di Indonesia,” ujar Iwan.
Terkait ketahanan stok, dalam kesempatan tersebut Isnandhi Dwi Saputra, SMOM Kilang Pertamina Dumai juga menjelaskan bahwa ketahanan stok bahan baku di kilang juga berada dalam kondisi aman, didukung dengan adanya Pertamina Hulu Rokan (PHR) sebagai salah satu sumber utama crude di RU II Dumai.
Selama Desember 2025, Kilang Pertamina Dumai mencatatkan total produksi avtur sebesar 339 ribu barel, gasoline 365 ribu barel, dan produksi gasoil mencapai 2,545 ribu barel, atau meningkat sekitar 3 persen dibandingkan target yang telah ditetapkan. Capaian ini menunjukkan kesiapan kilang dalam merespons kebutuhan energi masyarakat yang meningkat selama periode tersebut.
Selain membahas ketahanan stok dan kelancaran distribusi BBM, Eman Salman Arief juga secara tegas mengingatkan pentingnya penerapan budaya Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) secara disiplin dan konsisten sebagai fondasi utama dalam menjaga keandalan dan keselamatan operasional kilang.
Sementara itu, Area Manager Communication, Relations, & CSR Kilang Pertamina Dumai Agustiawan menegaskan bahwa keberhasilan Kilang Pertamina Dumai dalam menjaga keandalan operasi selama 24 jam penuh selama periode Nataru merupakan wujud komitmen Kilang Pertamina Dumai dalam melayani kebutuhan energi masyarakat secara maksimal, sekaligus mendukung kelancaran perayaan Natal dan Tahun Baru.
“Selama periode Nataru ini, kita terus bersiaga memastikan operasi kilang berjalan optimal dengan dukungan pengaturan manpower serta kesiapsiagaan tim pengamanan gabungan, baik dari unsur internal perusahaan maupun sinergi dengan TNI dan Polri berbasis shift dengan strategi utilisasi. Kita juga memastikan penerapan seluruh aspek HSSE, baik pekerja maupun mitra kerja teraplikasi secara menyeluruh, sehingga seluruh personel berada dalam kondisi fit to work,” tutup Agustiawan.
Kesiapan serta komitmen Kilang Pertamina Dumai dalam menjaga ketahanan stok untuk pasokan energi mendapat apresiasi dari BPH Migas. Usai sesi diskusi, kegiatan dilanjutkan dengan Management Walkthrough (MWT) ke area pusat pengendali operasi kilang (Main Control Room) dan Fire Station Kilang Dumai.
Setelah meninjau Kilang Pertamina Dumai secara keseluruhan, kunjungan BPH Migas di Dumai dilanjutkan dengan MWT ke Integrated Terminal Dumai untuk meninjau proses distribusi BBM.***