Kilang Pertamina Dumai Catat Cost Optimization 34,98 Juta USD, Raih Empat Penghargaan Nasional

Senin, 23 Februari 2026 | 18:09:12 WIB
Foto: Ajang Cost Optimization Award 2025 yang diselenggarakan oleh fungsi OPEX PT Kilang Pertamina Internasional di Jakarta ( dok Istimewa)

DUMAI - 23 Februari 2026, Konsistensi PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai (Kilang Pertamina Dumai) dalam menjaga kinerja operasi yang solid, efisien, dan andal kembali membuahkan capaian yang membanggakan. Sepanjang tahun 2025, Kilang Dumai mencatatkan realisasi Cost Optimization sebesar 34,98 juta USD, atau 396 persen dari target perusahaan.

Capaian tersebut mengantarkan Kilang Pertamina Dumai meraih empat penghargaan bergengsi pada ajang Cost Optimization Award 2025 yang diselenggarakan oleh fungsi OPEX PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) pada 5–6 Februari 2026 di Jakarta.

Penghargaan tersebut meliputi 2nd Place – The Best Value Creation melalui inisiatif Optimasi Middle Distillate dengan implementasi Advanced Process Control (APC) pada unit Crude Distillation Unit (CDU), yang terbukti meningkatkan efisiensi produksi dan optimalisasi yield.

Penghargaan berikutnya adalah 2nd Place – The Best Value Protection berkat implementasi Prescriptive Predictive Maintenance System (PPMS) di salah satu unit turbo generator (TG) yang secara signifikan memperkuat aspek keandalan serta keselamatan operasional. Kilang Dumai juga meraih 2nd Place – The Best Project Management Office sebagai apresiasi kepada unit atas konsistensi dalam pengelolaan program secara efektif, terukur, dan tepat waktu, sehingga mampu menciptakan dampak finansial terbesar serta memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan profitabilitas perusahaan.

Sementara itu, 3rd Place – The Best Revenue Growth diraih sebagai apresiasi atas kontribusi nyata dalam meningkatkan potensi pendapatan melalui inovasi dan optimalisasi proses bisnis yang berorientasi pada penciptaan nilai tambah perusahaan.

General Manager Kilang Pertamina Dumai, Iwan Kurniawan mengatakan bahwa capaian ini merupakan buah kerja keras, keberanian, serta komitmen kolektif seluruh Perwira Kilang Dumai dan Kilang Sungai Pakning dalam membangun budaya operational excellence serta mewujudkan transformasi budaya kerja yang berorientasi pada nilai tambah dan keberlanjutan bisnis.

“Setiap langkah efisiensi dijalankan secara terukur dan selaras dengan peningkatan revenue. Setiap inisiatif dilakukan dengan disiplin sehingga memberikan dampak langsung pada penguatan profitabilitas sekaligus mendukung keberlanjutan operasional perusahaan,” kata Iwan.

Iwan menegaskan bahwa Cost Optimization bukan sekadar agenda tahunan ataupun pemenuhan target, tetapi telah menjadi bagian dari strategi bisnis yang terintegrasi dalam seluruh proses operasional, dengan tetap menempatkan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) sebagai prioritas utama.

Sementara itu, Area Manager Communication, Relations, & CSR Kilang Pertamina Dumai, Tengku Muhammad Rum, menjelaskan bahwa Cost Optimization merupakan instrumen strategis untuk menjaga keberlanjutan kinerja dan meningkatkan daya saing perusahaan di tengah dinamika industri migas.

“Optimalisasi biaya tidak dimaknai sekadar penghematan, melainkan strategi untuk memperkuat daya saing tanpa mengurangi performa operasional. Pencapaian ini lahir dari sinergi lintas fungsi dan semangat inovasi Perwira yang adaptif dan solutif melalui implementasi Continuous Improvement Program (CIP) setiap tahun,” jelas Muhammad Rum.

Ke depan, Kilang Dumai akan memfokuskan strategi pada produksi produk bernilai tinggi, optimalisasi biaya utilitas, serta minimisasi losses. Fokus Cost Optimization tahun 2026 diarahkan pada percepatan digital transformation, penguatan aspek ESG, peningkatan sinergi, serta pengembangan sumber pendapatan baru guna memperkuat kinerja operasional yang unggul dan berkelanjutan.***

Tags

Terkini