Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai Gelar Pelatihan Basic Safety untuk Warga Ring I

Jumat, 06 Februari 2026 | 16:05:01 WIB
Foto: PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai menyelenggarakan pelatihan terkait Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) bagi warga sekitar area operasi kilang

DUMAI - 6 Februari 2026, PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai menyelenggarakan pelatihan terkait Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) bagi warga sekitar area operasi kilang melalui kegiatan Upskilling Basic Safety BK3N 2026 yang digelar pada 3-4 Februari, bertempat di Gedung BPSM, Komperta Bukit Datuk.

Pelatihan ini diikuti oleh 54 peserta yang berasal dari Kelurahan Tanjung Palas, Jaya Mukti, Teluk Binjai, dan Buluh Kasap. Kegiatan ini bertujuan untuk menyebarluaskan wawasan serta menumbuhkan budaya Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) tidak hanya bagi pekerja dan keluarga pekerja, tetapi juga bagi masyarakat yang bermukim di sekitar area operasi kilang.

Inisiatif ini sekaligus menjadi wujud nyata kontribusi perusahaan dalam meningkatkan keterampilan dan daya saing sumber daya manusia (SDM) lokal, seiring posisi Kota Dumai sebagai salah satu kawasan industri strategis di Indonesia.

Manager HSSE Refinery Unit Dumai, Syahrial Okzani, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bentuk kepedulian perusahaan dalam menjawab tantangan dunia industri saat ini yang membutuhkan SDM yang kompeten, khususnya di bidang K3 yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki kesadaran tinggi terhadap keselamatan kerja.

“Kota Dumai sebagai kawasan industri strategis membutuhkan tenaga keselamatan kerja yang andal dan berdaya saing. Profesi safetyman memiliki peran strategis yang menuntut kompetensi, pemahaman standar keselamatan, serta tanggung jawab tinggi dalam pengelolaan risiko. Karena itu, pelatihan ini dilaksanakan untuk mendukung peningkatan kompetensi dan daya saing para peserta agar nanti mampu bersaing di wilayahnya sendiri,” ujarnya.

Lebih lanjut, Syahrial berharap seluruh peserta dapat membawa semangat untuk terus meningkatkan dan menerapkan aspek HSSE secara berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari, serta menularkan pengetahuan positif tersebut kepada lingkungan sekitar.

“Kami juga berharap peserta mampu mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh, mengidentifikasi potensi bahaya di lingkungan kerja, mematuhi prosedur keselamatan, serta berperan aktif dalam menekan angka kecelakaan kerja di sektor industri mana pun tempat mereka bekerja nantinya,” imbuhnya.

Kegiatan ini merupakan salah satu dari 10 rangkaian kegiatan Gerakan Nasional Bulan K3 (BK3N) 2026, yang di lingkungan Kilang Dumai mengusung tema “Membangun Ekosistem Pengelolaan Aspek HSSE Sesuai Tata Nilai AKHLAK untuk Mewujudkan Budaya Safety Generative secara Berkesinambungan”.

Hal ini menjadi wujud komitmen perusahaan dalam memperkuat implementasi K3 di seluruh lini operasi kilang, sekaligus meningkatkan aspek keselamatan bagi lingkungan dan masyarakat di sekitarnya.

Senada, General Manager Refinery Unit Dumai, Iwan Kurniawan, menegaskan bahwa penguatan kapasitas SDM lokal merupakan bagian penting dari strategi keberlanjutan perusahaan. “Kilang Dumai beroperasi berdampingan dengan masyarakat. Karena itu, peningkatan kompetensi K3 bagi warga sekitar menjadi elemen penting dalam menjaga keandalan operasi sekaligus membangun rasa aman dan kepercayaan bersama,” ungkapnya.

Pelaksanaan kegiatan ini turut mendapat apresiasi dari para pemangku kepentingan, di antaranya Camat Dumai Timur Syafriandi, S.Sos., M.Si, dan lurah dari masing-masing wilayah, serta Afrinaidi, Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Persyaratan Kerja, yang hadir pada penutupan pelatihan.  

Tak hanya itu, para peserta juga menunjukkan ketertarikan yang sangat tinggi terhadap materi yang dijelaskan. Mereka secara aktif  mengikuti seluruh rangkaian kegiatan selama dua hari melalui diskusi dan sesi tanya jawab  yang berlangsung interaktif.

Selama dua hari pelatihan, peserta dibekali materi komprehensif terkait Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang difokuskan pada penerapannya di dunia industri, khususnya sektor migas. Materi meliputi pemahaman regulasi keselamatan kerja yang disampaikan oleh perwakilan Dinas Tenaga Kerja Provinsi Riau, serta implementasi HSSE di lingkungan Pertamina, termasuk di Kilang Dumai, meliputi pengendalian risiko serta kesiapsiagaan dan penanganan keadaan darurat hingga pengelolaan lingkungan, yang dipaparkan langsung oleh tim internal HSSE Refinery Unit II yang memiliki kompetensi dan pengalaman di bidang tersebut.

Pjs. Area Manager Communication, Relations Refinery Unit Dumai, Agustiawan, menyampaikan bahwa pelatihan ini bahwa kegiatan ini menegaskan komitmen perusahaan senantiasa memberikan nilai tambah secara langsung maupun tidak langsung kepada masyarakat, sebagai bentuk tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) yang dijalankan secara konsisten dan berkelanjutan. Program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan peningkatan pemahaman keselamatan kerja sekaligus memperkuat daya saing SDM lokal di tengah pesatnya aktivitas industri di Kota Dumai.

"Banyaknya perusahaandi Dumai tentu menuntut ketersediaan tenaga kerja yang kompeten di bidang K3. Melalui pelatihan ini, kami berharap masyarakat memiliki bekal keselamatan yang memadai serta daya saing yang lebih kuat untuk memasuki dunia kerja,” ujarnya.

Menurutnya, hal tersebut bukan sekadar kewajiban, melainkan fondasi dalam menciptakan nilai jangka panjang, tidak hanya bagi keberlanjutan perusahaan dalam menjaga ketahanan energi nasional, tetapi juga untuk membangun keselarasan serta hubungan yang harmonis dengan masyarakat dan lingkungan sekitar.

Melalui kegiatan ini, PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan SDM lokal yang unggul, berdaya saing, dan berorientasi pada keselamatan, sebagai bagian dari upaya menciptakan ekosistem industri yang aman, berkelanjutan, dan inklusif.***

Tags

Terkini