Audiensi dengan DPRD Dumai, LHMB Dorong Muatan Lokal Budaya Melayu Dihidupkan Kembali di Sekolah-Sekolah

Senin, 19 Januari 2026 | 15:05:20 WIB
dok Istimewa

DUMAI – Laskar Hulubalang Melayu Bersatu (LHMB) menggelar audiensi dengan Wakil Ketua DPRD Kota Dumai, Ketua Komisi I DPRD Kota Dumai, beserta jajaran, guna menyampaikan aspirasi terkait pentingnya menghidupkan kembali Muatan Lokal Budaya Melayu di sekolah-sekolah.

Audiensi yang berlangsung di Gedung DPRD Kota Dumai tersebut dihadiri oleh pengurus DPD dan DPC Laskar Hulubalang Melayu Bersatu. Dalam pertemuan itu, LHMB menegaskan bahwa pelestarian budaya Melayu harus dimulai sejak usia dini melalui jalur pendidikan formal sebagai fondasi pembentukan karakter generasi muda.

Panglima Laskar Hulubalang Melayu Bersatu, Wan Ade Syahputra, menyampaikan keprihatinannya terhadap semakin minimnya pengenalan nilai-nilai budaya Melayu di lingkungan sekolah saat ini. Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi menggerus jati diri dan identitas kultural generasi muda Kota Dumai.

“Budaya Melayu adalah ruh dan identitas masyarakat Dumai. Jika tidak ditanamkan sejak dini melalui pendidikan, maka dikhawatirkan nilai-nilai luhur tersebut akan semakin terlupakan,” ujar Wan Ade Syahputra dalam audiensi tersebut.

LHMB menilai, muatan lokal seperti penulisan Arab Melayu, adat istiadat Melayu, bahasa Melayu, seni dan budaya daerah, serta sejarah lokal perlu kembali dimasukkan secara aktif ke dalam kurikulum sekolah.

Hal ini dinilai sebagai langkah strategis untuk menjaga warisan budaya sekaligus membentuk karakter siswa yang berakar pada nilai-nilai kearifan lokal.

Menanggapi aspirasi tersebut, Wakil Ketua DPRD Kota Dumai menyambut baik dan memberikan apresiasi atas kepedulian LHMB terhadap pelestarian budaya daerah. Ia menegaskan bahwa DPRD Kota Dumai pada prinsipnya mendukung upaya penguatan budaya lokal melalui sektor pendidikan.

“Aspirasi ini akan kami tindaklanjuti dengan melakukan koordinasi bersama Komisi I serta dinas terkait, khususnya Dinas Pendidikan, agar dapat dikaji dan dirumuskan dalam kebijakan yang tepat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Kota Dumai menyampaikan bahwa muatan lokal budaya Melayu sejalan dengan program penguatan karakter siswa yang saat ini menjadi perhatian nasional. Ia menilai usulan LHMB sangat relevan dan memiliki nilai strategis dalam pembentukan kepribadian peserta didik.

“Muatan lokal budaya Melayu bukan hanya soal kebudayaan, tetapi juga pendidikan karakter. Ini akan menjadi perhatian serius Komisi I dalam pembahasan kebijakan pendidikan daerah ke depan,” tegasnya.

Audiensi berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan dialog yang konstruktif. Laskar Hulubalang Melayu Bersatu berharap DPRD Kota Dumai dapat mendorong lahirnya kebijakan konkret agar Muatan Lokal Budaya Melayu kembali diajarkan secara aktif dan berkelanjutan di sekolah-sekolah, demi menjaga warisan budaya serta memperkuat identitas masyarakat Kota Dumai.***

Tags

Terkini