Tesla Luncurkan Mobil Listrik di Malaysia, Harga di RI Capai Rp 2 Miliar

OTOMOTIF553 Dilihat

JAKARTA – Produk Tesla kini mengeluarkan mobil listrik terbaru, Tesla akan mendirikan kantor cabangnya di Malaysia tahun ini.

Tesla mulai memasarkan mobil listrik secara resmi di Malaysia, pada Kamis (20/7).

Diawali dengan peluncuran produk andalan perusahaan untuk dipasarkan di Negeri Jiran tersebut.

Merek mobil listrik asli Amerika Serikat tersebut menawarkan Model Y di Malaysia seharga 199 ribu ringgit atau sekitar Rp657,8 juta.

Model Y merupakan mobil listrik terlaris di dunia pada kuartal pertama 2023.

Varian lain yang dipasarkan adalah Model Y Longe Range AWD yang dijual 246.000 Ringgit atau sekitar Rp807,6 juta.

Ada juga varian termahal, Performance AWD, seharga 288.000 Ringgit atau sekitar Rp945,5 juta, mengutip Paultan.

Selain Malaysia, Model Y juga sudah dipasarkan di Indonesia melalui jalur impor lewat perusahaan importir umum, Prestige Image Motocars.

Namun mengenai harga, banderol Model Y di Tanah Air jauh lebih lebih mahal dari Malaysia.

Model Y pertama dijual di Indonesia pada April 2022. Saat itu mobil listrik berbasis baterai ini dijual Rp2 miliar hingga Rp2,4 miliar.

Kepastian Tesla mendirikan kantor cabang itu disampaikan langsung oleh Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim.

Pengumuman ini datang setelah Anwar rapat online dengan CEO Tesla Elon Musk, dikutip dari CNN Indonesia.

Rapat itu juga dihadiri Menteri Perdagangan dan Industri Tengku Zafrul Tengu Abdul Aziz, Menteri Komunikasi dan Digital Fahmi Fadzil serta Senior Director SpaceX Lauren Dreyer.

Dalam pernyataan resminya Anwar menyebutkan dia menyambut baik keputusan Tesla berinvestasi di Malaysia dan menyatakan pemerintahannya mendukung pembukaan kantor perusahaan di Selangor.

“Malaysia akan melanjutkan mengukuhkan komitmennya dalam subjek nol emisi karbon secepatnya pada 2050,” kata Anwar, melansir Channel News Asia.

Anwar menambahkan dalam rapat turut dibicarakan tentang partisipasi SpaceX menyediakan layanan satelit Starlink untuk Malaysia dengan tujuan memperluas akses internet.***

Komentar