Meski Jarang Dipakai, Ternyata Oli Mobil Ada Umurnya

OTOMOTIF572 Dilihat

JAKARTA – Meski jarang dipakai, sebaiknya pemilik mobil tetap melakukan penggantian oli mesin secara berkala. Sebab oli ternyata memiliki umur atau masa kedaluwarsa.

Dikutip dari detik.com, Salah satu komponen vital pada mesin adalah oli. Hal itu membuat pemilik mobil internal combustion engine (ICE) disarankan untuk mengganti oli secara berkala, agar mesinnya terjaga.

Hyundai Mobil Indonesia menjelaskan, umumnya setiap penggunaan 10.000 km oli sudah mengalami degradasi atau penurunan kondisi. Selain itu, oli juga memiliki usia pakai meski mobil jarang digunakan.

“Namun bila mobil jarang digunakan dan kilometernya jarang bertambah, perlukah oli diganti? Jawabannya adalah ya, karena oli memiliki usianya sendiri,” tulis Hyundai.

Menurut Hyundai, begitu oli dituangkan ke dalam mesin, maka usia maksimalnya adlah satu tahun. Meski mobil tak digunakan, oli yang sudah masuk ke dalam mesin ini akan terus mengalami degradasi dan kemampuan pelumasannya bisa berkurang.

“Meskipun umur maksimalnya (oli) adalah satu tahun, PT Hyundai Mobil Indonesia menyarankan untuk menggantinya sesudah 6 bulan untuk mencegah kerusakan berlebih,” lanjut Hyundai.

Di sisi lain, kita juga dapat mengecek kondisi oli mobil yang sudah kedaluwarsa atau basi lewat dip stick yang terdapat di mesin.

Dilansir dari Dokter Mobil, ada beberapa ciri-ciri oli mesin mobil yang sudah basi. Pertama dari warna oli mesin yang berubah menjadi lebih gelap atau kehitaman.

Kedua dari konsistensi oli mesin yang berubah, misalnya menjadi lebih kental atau lebih encer dari biasanya. Lalu oli yang sudah basi juga kerap memiliki bau yang tidak sedap akibat dari kandungan partikel kotoran yang sudah teroksidasi.

“Oli mesin yang basi dapat mempengaruhi performa mesin mobil, sehingga dapat meningkatkan tingkat kebisingan pada mesin mobil. Hal ini disebabkan oleh gesekan yang berlebihan pada bagian-bagian mesin akibat oli mesin yang tidak berfungsi optimal,” tulis Dokter Mobil.

“Oli mesin yang basi dapat mempengaruhi performa mesin mobil dan meningkatkan konsumsi bahan bakar. Hal ini disebabkan oleh kinerja mesin mobil yang tidak optimal karena oli mesin yang sudah basi,” tutup mereka.***

Editor: Redaksi

Komentar