Karhutla Bangsal Aceh Masuk Hari Kedua, Titik Api Nihil Tim Gabungan Terus Lakukan Pendinginan

Karhutla Bangsal Aceh Masuk Hari Kedua, Titik Api Nihil Tim Gabungan Terus Lakukan Pendinginan
dok Istimewa

DUMAI — Upaya pemadaman dan pendinginan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali dilakukan tim gabungan di Jalan Parit Tujuh, Kelurahan Bangsal Aceh, Kecamatan Sungai Sembilan, Kota Dumai, Rabu (16/9/2026).

Kegiatan tersebut merupakan hari kedua penanganan karhutla di lokasi dengan luas lahan terbakar diperkirakan mencapai sekitar 1 hektare. Tim gabungan terus melakukan pemadaman sekaligus pendinginan untuk memastikan tidak terdapat bara api yang berpotensi kembali memicu kebakaran.

Dalam penanganan tersebut, personel yang terlibat terdiri dari 6 personel TNI, 8 personel Polri, 2 personel kelurahan, 2 anggota Masyarakat Peduli Api (MPA), 9 personel BPBD, 12 personel Manggala Agni serta 2 orang masyarakat.

Sejumlah peralatan turut dikerahkan, di antaranya mesin mini striker milik MPA dan TNI, dua unit mesin mini BPBD, dua mesin Robin masyarakat, tiga mesin mini Manggala Agni, 30 rol selang buang, enam selang hisap, delapan nozzle serta satu unit mobil Mitsubishi Triton.

Lahan yang terbakar merupakan kawasan perkebunan sawit, semak belukar dan lahan gambut. Sementara untuk pemilik lahan hingga saat ini masih dalam proses penyelidikan.

Selain melakukan pemadaman dan pendinginan, tim juga melakukan upaya pencegahan meluasnya api dengan membuat sekat kanal menggunakan alat berat.
Dandim 0320/Dumai Letkol Arm Herman Santoso mengatakan, penanganan karhutla dilakukan secara bersama-sama dengan mengutamakan pemadaman dan pendinginan di area yang terdampak.

"Tim gabungan terus melakukan pemadaman dan pendinginan untuk memastikan bara api benar-benar padam. Meskipun titik api sudah nihil, masih ditemukan titik asap sehingga proses pendinginan tetap dilakukan," ujar Herman Santoso.

Ia menjelaskan, hingga Rabu siang, dari sekitar 1 hektare lahan yang terbakar, kurang lebih 0,5 hektare telah berhasil dipadamkan. Namun, kondisi angin yang cukup kencang menjadi salah satu kendala dalam proses penanganan di lapangan.

"Kami mengimbau seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga lahan dan lingkungan, khususnya di wilayah yang memiliki potensi karhutla. Jangan melakukan pembakaran lahan karena dapat dengan cepat meluas, terutama pada kondisi cuaca dan angin yang mendukung," katanya.

Herman menegaskan, Kodim 0320/Dumai bersama unsur terkait akan terus memantau lokasi dan melakukan pendinginan hingga kondisi benar-benar aman.

Hingga laporan terakhir, titik api di lokasi dinyatakan nihil, sementara titik asap masih ditemukan. Kegiatan pemadaman dan pendinginan masih terus berlangsung di lokasi karhutla Jalan Parit Tujuh, Kelurahan Bangsal Aceh.***

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index