Karhutla Bangsal Aceh Capai 5 Hektare, Tim Gabungan Terus Lakukan Pendinginan

Karhutla Bangsal Aceh Capai 5 Hektare, Tim Gabungan Terus Lakukan Pendinginan

DUMAI — Penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Jalan Parit Saru, Kelurahan Bangsal Aceh, Kecamatan Sungai Sembilan, Kota Dumai, terus dilakukan secara intensif. Memasuki hari kelima, Rabu (9/9/2026), tim gabungan masih melaksanakan pemadaman dan pendinginan di lahan gambut yang terbakar.

Lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 5 hektare dengan karakteristik lahan berupa perkebunan sawit, semak belukar, dan tanah gambut. Hingga Rabu siang, sekitar 3 hektare lahan telah berhasil dipadamkan, sementara titik api dinyatakan nihil dan masih terdapat titik asap.

Kegiatan penanganan melibatkan 12 personel TNI, 22 personel Polri, dua personel kelurahan, enam anggota Masyarakat Peduli Api (MPA), sembilan personel BPBD, empat personel Basarnas, 33 personel Manggala Agni, serta lima orang masyarakat.

Dalam upaya mempercepat penanganan, tim menggunakan sejumlah peralatan, di antaranya mesin mini striker, mesin robin, mesin mini, selang buang, selang hisap, nozzle, kendaraan operasional, serta satu unit alat berat. Alat berat juga digunakan untuk membuat sekat kanal sebagai bagian dari upaya mengendalikan penyebaran api di kawasan gambut.

Komandan Kodim 0320/Dumai, Letkol Arm Herman Santoso, mengatakan penanganan Karhutla membutuhkan kerja sama seluruh unsur, terutama karena karakteristik lahan gambut memiliki potensi api kembali muncul meskipun permukaan terlihat telah padam.

“Kami terus mengerahkan personel bersama seluruh unsur terkait untuk melakukan pemadaman dan pendinginan. Tidak hanya mengejar titik api, tetapi juga memastikan bara di dalam gambut benar-benar padam agar tidak kembali muncul,” ujar Letkol Arm Herman Santoso.

Ia menegaskan, upaya pendinginan menjadi bagian penting dalam penanganan Karhutla, khususnya di lahan gambut. Selain itu, pembuatan sekat kanal dilakukan untuk membantu menjaga kelembapan lahan dan mengurangi risiko meluasnya kebakaran.

“Koordinasi di lapangan terus kami lakukan. Seluruh personel harus tetap waspada karena kondisi angin yang cukup kencang dapat memengaruhi proses pemadaman dan berpotensi menyebarkan api maupun asap,” tambahnya.

Dandim juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun indikasi kebakaran.

“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan. Jangan membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan adanya kebakaran, segera laporkan sehingga dapat ditangani sedini mungkin,” tegasnya.

Hingga kegiatan berlangsung, kondisi di lokasi masih dalam penanganan tim gabungan. Titik api terpantau nihil, namun titik asap masih ditemukan sehingga pemadaman dan pendinginan terus dilaksanakan.

Kendala yang dihadapi petugas di lapangan salah satunya adalah angin kencang yang dapat memengaruhi proses pemadaman. Penanganan Karhutla akan terus dilakukan sampai kondisi lahan benar-benar aman dan tidak ditemukan lagi potensi munculnya api.***

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index