Manager Filosofi Sambal Klarifikasi Dugaan Perekaman di Toilet, Sebut Tak Ada Orang di Belakang

Manager Filosofi Sambal Klarifikasi Dugaan Perekaman di Toilet, Sebut Tak Ada Orang di Belakang
dok Istimewa

DUMAI — Pemilik Cafe Filosofi Sambal yang berlokasi di Jalan Patimura, Kota Dumai, memberikan klarifikasi sekaligus membantah adanya dugaan perekaman terhadap seorang pengunjung menggunakan telepon seluler saat berada di dalam toilet kafe.

Manager Cafe Filosofi Sambal, Arifin menegaskan, informasi yang menyebut adanya pihak yang merekam korban ketika sedang buang air kecil di toilet tidak benar.

Pihaknya meminta agar persoalan tersebut dilihat secara utuh berdasarkan kondisi di lokasi dan tidak langsung menyimpulkan adanya tindakan perekaman sebelum terdapat bukti yang dapat dipastikan.

Menurut keterangan arifin, toilet yang menjadi sorotan memang memiliki ventilasi atau lubang angin. Namun, keberadaan ventilasi tersebut bukan berarti terdapat seseorang yang berada di belakang toilet untuk melakukan perekaman.

“Memang benar di toilet tersebut ada ventilasi angin. Tetapi pada posisi di belakang toilet itu tidak ada orang. Jadi tidak benar kalau dikatakan ada orang yang berada di belakang toilet kemudian melakukan perekaman,” jelas manager Cafe Filosofi Sambal, Arifin kepada awak media, Selasa (8/9).

Ia juga menjelaskan mengenai keberadaan tangga yang disebut-sebut berada di sekitar bagian belakang toilet.

Menurutnya, tangga tersebut memang berada dalam posisi tegak lurus dan merupakan bagian dari pekerjaan tukang yang baru saja selesai dilakukan. Tangga tersebut bukan disiapkan atau digunakan seseorang untuk mengintip maupun merekam pengunjung yang sedang berada di toilet.

“Kalau bicara soal tangga, memang tangga itu ada dan posisinya tegak lurus. Tetapi tangga tersebut baru selesai digunakan tukang bekerja. Di belakangnya juga tidak ada orang,” tegasnya.

Pihak Cafe Filosofi Sambal menilai penting untuk menjelaskan kondisi sebenarnya di lapangan agar tidak terjadi kesalahpahaman yang kemudian berkembang menjadi informasi yang merugikan pihak tertentu.

Selain persoalan ventilasi dan tangga, manager cafe filosofi sambal, Arifin juga memberikan penjelasan terkait keberadaan kamera pengawas atau CCTV di lingkungan kafe.

Ia menyebutkan, CCTV yang ada di lokasi saat kejadian dalam kondisi tidak berfungsi atau rusak.

“CCTV memang ada,tapi tidak berfungsi normal,” ungkapnya.

Dengan kondisi tersebut, pihak kafe menyatakan tidak ingin membuat kesimpulan sepihak mengenai dugaan kejadian tersebut.

Dan arifin menegaskan bahwa pihaknya membantah tudingan bahwa pengelola atau orang yang berada di belakang Cafe Filosofi Sambal melakukan perekaman terhadap pengunjung di dalam toilet.

"Perlu kami jelaskan bahwasanya karyawan cafe filosofi sambal saat bekerja tidak dibenarkan bermain handphone."tegasnya.

Arifin berharap persoalan ini dapat diselesaikan secara objektif dan tidak berkembang menjadi tuduhan yang tidak didukung fakta.

Menurutnya, apabila ada pihak yang merasa menjadi korban atau memiliki bukti terkait dugaan perekaman, maka bukti tersebut sebaiknya disampaikan kepada pihak berwenang untuk dilakukan pemeriksaan.

“Kalau memang ada bukti, silakan dibuktikan. Kami juga tidak ingin ada tuduhan yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya,” ujarnya.

Pihak kafe juga menyatakan menghormati hak setiap pengunjung untuk mendapatkan rasa aman dan nyaman selama berada di tempat usaha. Karena itu, manajemen mengaku terbuka apabila terdapat proses klarifikasi maupun pemeriksaan untuk mengetahui fakta sebenarnya.

Di sisi lain, arifin menegaskan bahwa pihaknya tidak membenarkan tindakan perekaman secara diam-diam di ruang privat seperti toilet apabila memang terbukti dilakukan oleh seseorang. Namun, dalam persoalan yang saat ini menjadi perhatian, pihaknya meminta agar semua pihak tidak terburu-buru mengambil kesimpulan.

“Kami tetap menghormati siapa pun yang merasa dirugikan. Tetapi kami juga perlu menyampaikan kondisi sebenarnya di lokasi. Ventilasi memang ada, tangga memang ada, tetapi di belakang toilet tidak ada orang. CCTV juga sedang rusak,” katanya.

Ia berharap klarifikasi tersebut dapat memberikan gambaran yang lebih lengkap kepada masyarakat mengenai kondisi Cafe Filosofi Sambal.

Pihaknya juga menyerahkan kepada aparat penegak hukum apabila nantinya diperlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan apakah benar terjadi tindakan perekaman sebagaimana dugaan yang beredar.

Dengan adanya bantahan tersebut, persoalan dugaan perekaman di toilet Cafe Filosofi Sambal kini masih membutuhkan klarifikasi dan pembuktian lebih lanjut. Sampai terdapat hasil pemeriksaan atau bukti yang memastikan, dugaan tersebut belum dapat dinyatakan sebagai fakta.

Cafe Filosofi Sambal menegaskan komitmennya untuk menjaga keamanan dan kenyamanan pengunjung serta meminta semua pihak mengedepankan fakta dalam menyikapi persoalan tersebut.***

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index