DUMAI – Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Kodim 0320/Dumai menggelar kegiatan simulasi prosedur penanggulangan karhutla di wilayah Kota Dumai, Kamis (16/4/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut dilaksanakan di Makodim 0320/Dumai, Jalan Sultan Syarif Kasim, Kelurahan Teluk Binjai, Kecamatan Dumai Timur, Kota Dumai, dengan melibatkan berbagai unsur terkait.
Adapun unsur yang terlibat dalam simulasi tersebut antara lain personel Kodim 0320/Dumai, BPBD Kota Dumai, Manggala Agni, serta jajaran Polres Dumai melalui Bhabinkamtibmas.
Dalam skenario yang diperagakan, informasi awal kebakaran diperoleh dari Masyarakat Peduli Api (MPA) yang melaporkan adanya titik api di wilayah Batu Bintang, Kelurahan Tanjung Palas, Kecamatan Dumai Timur kepada Babinsa setempat.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Babinsa segera menuju lokasi untuk melakukan pengecekan dan penanganan awal bersama MPA secara manual guna mencegah api meluas. Selanjutnya, laporan diteruskan kepada Danramil 01/Dumai untuk meminta dukungan personel dan peralatan.
Danramil kemudian mengerahkan personel Koramil ke lokasi serta melaporkan perkembangan situasi kepada Pasiops Kodim 0320/Dumai. Atas perintah Komandan Kodim 0320/Dumai, dukungan tambahan dari instansi terkait seperti Polres, BPBD, Manggala Agni, dan pihak kecamatan segera dikoordinasikan.
Personel gabungan pun diterjunkan dengan membawa mesin pemadam, selang, serta sarana transportasi pendukung. Melalui upaya terpadu dan sinergi lintas sektoral, kebakaran berhasil dipadamkan. Meski demikian, pendinginan lanjutan tetap dilakukan guna memastikan tidak ada titik api tersisa.
Simulasi penanggulangan karhutla tersebut berakhir pada pukul 10.15 WIB dalam keadaan aman dan tertib.
Komandan Kodim 0320/Dumai, Herman Santoso, menyampaikan bahwa kegiatan simulasi ini merupakan langkah strategis dalam memastikan kesiapan seluruh unsur di lapangan.
“Simulasi ini bertujuan untuk memastikan bahwa alur komunikasi, rantai komando, dan prosedur penanganan karhutla berjalan efektif. Respons cepat dari Babinsa, dukungan Koramil, hingga koordinasi lintas instansi menjadi kunci utama dalam pengendalian kebakaran,” ujar Letkol Arm Herman Santoso.
Ia menegaskan, pencegahan dan penanggulangan karhutla tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan sinergi seluruh pihak, termasuk peran aktif masyarakat.
“Kami menekankan kepada seluruh jajaran agar terus meningkatkan kesiapsiagaan personel dan peralatan, serta melaksanakan monitoring wilayah secara intensif. Deteksi dini dan tindakan cepat adalah faktor penentu dalam mencegah kebakaran meluas,” tegasnya.
Dandim juga mengapresiasi keterlibatan BPBD, Manggala Agni, Polri, serta Masyarakat Peduli Api yang telah menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga wilayah Kota Dumai dari ancaman karhutla.
Dengan adanya simulasi ini, diharapkan seluruh unsur terkait semakin siap menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan, khususnya memasuki musim kemarau yang rawan terjadinya titik api.***