Meski Akses Berlumpur, TNI dan Warga Terus Lanjutkan Pembangunan Jembatan Gantung Garuda

Meski Akses Berlumpur, TNI dan Warga Terus Lanjutkan Pembangunan Jembatan Gantung Garuda
dok Istimewa

DUMAI – Pembangunan Jembatan Gantung Garuda di wilayah Kecamatan Sungai Sembilan terus berjalan sebagai upaya meningkatkan aksesibilitas masyarakat. Kegiatan pembangunan dilaksanakan pada Selasa, 7 April 2026 di Jalan Purwosalim, Kelurahan Tanjung Penyembal, Kota Dumai, wilayah Koramil 03/Sungai Sembilan.

Jembatan gantung tersebut direncanakan menjadi penghubung antara Kelurahan Tanjung Penyembal dan Kelurahan Basilam Baru. Jembatan memiliki bentangan sepanjang 50 meter dengan lebar sungai sekitar 20 meter dan kedalaman air mencapai 2 meter, serta ketinggian air saat banjir berkisar antara 2 hingga 4 meter. Kehadiran jembatan ini diproyeksikan memberikan manfaat bagi sekitar 260 jiwa dari 79 Kepala Keluarga.

Pada tahap pekerjaan saat ini, para tukang melaksanakan perakitan besi untuk pondasi pengganti batu kali serta pembuatan mal. Personel Koramil 03/Sungai Sembilan di bawah pimpinan Batuud Peltu Edeng bersama anggota turut membantu melangsir semen, memindahkan molen, serta pemasangan kayu cerucuk di lokasi pembangunan.

Kegiatan ini melibatkan 8 personel TNI, 4 pekerja, dan 2 warga setempat. Meski cuaca sempat hujan pada siang hari, pekerjaan tetap berjalan dengan aman dan lancar. Kendala yang dihadapi di lapangan berupa akses jalan menuju lokasi yang berlumpur akibat pasang air laut sehingga menyulitkan suplai material.

Komandan Kodim 0320/Dumai, Letkol Arm Herman Santoso, menyampaikan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan bentuk kepedulian TNI dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Pembangunan Jembatan Gantung Garuda ini merupakan wujud nyata kepedulian TNI terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya dalam membuka akses transportasi dan mendukung aktivitas ekonomi warga. Kami berharap jembatan ini nantinya dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat di kedua kelurahan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa sinergi antara TNI, pekerja, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan pembangunan di wilayah.

“Kebersamaan dan gotong royong menjadi kekuatan utama dalam setiap kegiatan pembangunan di wilayah binaan. Kami akan terus mendukung kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” tambahnya.

Situasi di lokasi pembangunan terpantau aman dan terkendali hingga kegiatan berakhir. Pembangunan jembatan diharapkan dapat segera rampung sehingga dapat digunakan oleh masyarakat dalam waktu dekat.***

#Kodim Dumai

Index

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index