DUMAI - 31 Januari 2026, Kilang Pertamina Dumai berkolaborasi dengan Fakultas Teknik Universitas Riau menyelenggarakan Workshop Proses Safety Engineering bertajuk “From Theory to Industrial Practice”.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan daerah melalui penguatan peran perguruan tinggi dan sumber daya manusia (SDM) lokal di Provinsi Riau.
Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung Integrated Classroom UNRI, Pekanbaru, Sabtu (31/1), yang diiikuti oleh peserta dari berbagai latar belakang, yakni dosen dan akademisi UNRI, Persatuan Insinyur Indonesia Wilayah Riau, Perwakilan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, serta mahasiswa.
Workshop ini menghadirkan dua pembicara dibidang tersebut, yakni Dr. Ir. Darmawan Ahmad Mukharror, M.Sc, yang membahas lebih mendalam keilmuan terkait proses safety di dunia industri, khususnya di sektor migas di Indonesia maupun internasional serta Senior Manager Operation & Manufacturing (SMOM) RU II Dumai Isnandhi Dwi Saputra sebagai dosen tamu yang menjelaskan materi terkait PSAIM dan manajemen pengendalian risko di Pertamina.
Sebagai disiplin keilmuan, Proses safety engineering atau teknik keselamatan proses merupakan salah satu disiplin ilmu teknik yang berfokus pada rekayasa, manajemen, identifikasi dan mengendalikan bahaya proses untuk memitigasi insiden katastropik, seperti ledakan, kebakaran, kebocoran bahan kimia hingga insiden berskala besar yang berpotensi menimbulkan kerugian besar.
Dalam paparannya, Isnandhi menjelaskan penerapan sistem manajemen pengendalian risiko di lingkungan Pertamina yang dijalankan secara sistematis dan berkelanjutan.
Langkah tersebut dilakukan melalui penerapan siklus Plan–Do–Check–Act (PDCA) yang mencakup proses perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan tindak lanjut, serta berpedoman pada peraturan perundang-undangan terkait Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3).
Upaya tersebut diperkuat dengan implementasi 18 elemen dari program Process Safety and Asset Integrity Management System (PSAIM) sebagai bagian dari pedoman pengelolaan pengendalian risiko diselurh lini bisnis di Pertamina.
“Pendekatan proses safety dan kebijakan HSSE di PT KPI dilakukan dengan mengimplementasikan praktik kepemimpinan yg mengutamakan aspek people safety, process safety serta tahapan manajemen risiko secara full cycle dan mengelola insiden melalui pelaporan,” jelasnya
Sementara itu, Dr. Ir. Darmawan Ahmad Mukharror, M.Sc menjelaskan kepada para peserta bahwa pemahaman terhadap risiko dalam keselamatan proses dapat dilakukan melalui tiga pendekatan, yaitu Directly Perceived Risk, Risk Perceived through Science, dan Virtual Risk.
Ia menekankan bahwa risiko dapat ditekan melalui pengelolaan yang tepat, karena di situlah letak seni dari process safety.
Selain workshop, kegiatan ini juga dirangkaikan agenda Penandatanganan Kontrak Kerjasama Swakelola Konsultan Perguruan Tinggi untuk memperkuat kualitas pengambilan keputusan teknis dan pengelolaan risiko berbasis sains dan rekayasa dengan melibatkan akademisi yang memiliki kompetensi keilmuan spesifik di bidang proses safety.
Penandatanganan ini merupakan tindak lanjut konkret dari Nota Kesepahaman (MoU) yang sebelumnya telah ditandatangani antara Direktur Utama PT KPI, Taufik Adityawarman dengan Rektor Universitas Riau Prof. Dr. Sri Indarti, SE, MSi.
General Manager RU II Dumai Iwan Kurniawan mengatakan bahwa Kilang RU II Dumai beroperasi dan tumbuh di Provinsi Riau, sehingga menjadi suatu keniscayaan bagi perusahaan untuk membangun kemitraan yang erat dengan Universitas Riau sebagai institusi akademik utama di wilayah ini.
“Kegiatan ini menjadi momen bersejarah, implementasi komitmen bersama dalam membangun kolaborasi strategis antara industri dan perguruan tinggi, yag tidak berhenti pada tataran seremonial, tetapi berlanjut pada kerja teknis, akademik, dan profesional yang terukur,” ujar Iwan dalam sambutannya.
Lebih lanjut Iwan menegaskan bahwa process safety memegang porsi terbesar dalam pengendalian risiko yang berdampak langsung terhadap K3. Oleh karena itu, akademisi memiliki peran yang sangat strategis dalam pengembangan ilmu pengetahuan, metodologi analisis bahaya, penguatan pendekatan berbasis risiko, serta riset yang didorong oleh sains dan inovasi.
“Melalui kegiatan ini, praktisi industri juga menghadirkan pengalaman nyata, pembelajaran dari insiden (lessons learned), serta implementasi sistem keselamatan proses pada fasilitas dengan tingkat risiko tinggi dan kompleksitas operasional yang nyata,” imbuhnya.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari para peserta dan civitas akademika Universitas Riau. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Universitas Riau, Prof. Dr. Hermandra, M.A., menyampaikan apresiasinya atas inisiatif Kilang Pertamina Dumai dalam berbagi pengetahuan dan pengalaman industri kepada mahasiswa.
“Kesediaan pertamina dan praktisi berbagi ilmu ini meurpakan kontribusi positif yang luar bisa dan menunjukkan pertamina tidak hanya fokus pada industri tapi juga menaruh perhatian besar pada pendidikan, Sehingga bisa diaktualisasikan oleh mahasiswa setelah tamat dan bisa bekerja di perusahaan-perusahaan,” kata Hermandra.
Melalui kolaborasi ini, PT Kilang Pertamina Internasional RU II Dumai optimistis mendorong inovasi, peningkatan keselamatan proses, serta penguatan daya saing industri energi nasional, sekaligus mendukung lahirnya lulusan berkualitas di bidang process safety engineering.
Inisiatif ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG’S), khususnya tekait poin 4 (Pendidikan Berkualitas), poin ke-8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), dan poin ke-9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur).***