HO CHI MINH CITY, VIETNAM – Media OutReach Newswire -Selama beberapa dekade, peta perkembangan perkotaan global tampak dikuasai oleh nama-nama yang sudah familiar. Amerika Serikat membentuk kota-kota mega finansial dunia; Dubai mengejutkan dunia dengan proyek reklamasi tanah yang berani; Singapura menjadi tolok ukur perencanaan yang disiplin dan berkelanjutan. Dalam arus besar tersebut, Vietnam sering dipandang sebagai pendatang baru, yang lebih banyak mengamati, belajar, beradaptasi, dan secara perlahan menyempurnakan jalannya sendiri.

Hari ini, narasi itu mulai berubah. Ketika Vinhomes Green Paradise dengan percaya diri tampil di panggung global, sejajar dengan proyek-proyek dari ekonomi paling maju di dunia, hal ini bukan sekadar peluncuran pengembangan baru. Proyek ini menandai momen ketika pemikiran perkotaan Vietnam bergerak melampaui konteks domestik, siap untuk dinilai, diperdebatkan, dan diakui di tingkat regional maupun internasional.
Ini bukan sekadar pengumuman proyek. Ini adalah sinyal transformasi.
Ketika Kota-Kota Vietnam Masuk Percakapan Global
Dalam beberapa tahun terakhir, Vietnam telah memperoleh pengakuan internasional melalui penghargaan bergengsi di bidang perencanaan, arsitektur, dan properti, termasuk Asia Pacific Property Awards dan International Property Awards. Penghargaan ini mencerminkan profesionalisme yang semakin meningkat serta kapasitas kreatif pengembang, arsitek, dan perencana kota Vietnam.
Namun, Vinhomes Green Paradise menempati dimensi aspirasi yang berbeda. Signifikansinya tidak terletak pada satu masterplan atau pernyataan arsitektur tunggal, tetapi pada filosofi perkotaan yang komprehensif, di mana keberlanjutan, teknologi maju, dan tanggung jawab lingkungan tidak lagi menjadi ide pendukung, melainkan menjadi pendorong utama yang sejajar dengan pertumbuhan ekonomi.
Dalam konteks ini, proyek ini menandakan kematangan keahlian Vietnam. Ini menunjukkan kesiapan tidak hanya untuk belajar dari dunia, tetapi juga untuk terlibat dalam dialog bermakna dengan dunia, serta menyumbangkan pemikiran orisinal dalam wacana global tentang kota masa depan.
Pemilihan lokasi bukanlah kebetulan. Can Gio adalah salah satu kawasan paling sensitif secara ekologis di Vietnam, dengan lebih dari 75.000 hektar hutan bakau yang diakui UNESCO sebagai Cagar Biosfer Dunia.
Mengembangkan hampir 3.000 hektar di lingkungan seperti ini menghadirkan tantangan yang belum pernah ada sebelumnya. Di tempat di mana ekosistem sangat rapuh dan saling terkait, setiap kesalahan perhitungan dapat menimbulkan konsekuensi yang tidak dapat diperbaiki.
Vinhomes Green Paradise muncul tepat dalam konteks ini. Proyek ini berfungsi sebagai ujian komprehensif terhadap pengetahuan perkotaan, kemampuan teknologi, kapasitas tata kelola, dan yang terpenting, akuntabilitas lingkungan. Pelaksanaannya menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan Vietnam siap memenuhi standar internasional yang paling ketat dalam pengembangan perkotaan ekologis.
Dari Proyek Perkotaan ke Ekosistem Perkotaan-Alam
Yang benar-benar membedakan Vinhomes Green Paradise bukanlah skalanya, tetapi filosofi pengembangannya. Proyek ini tidak diposisikan sebagai township modern konvensional. Sebaliknya, proyek ini dirancang sebagai ekosistem perkotaan–alam terpadu, di mana kehidupan manusia dan lingkungan alam hidup berdampingan dalam keseimbangan jangka panjang.
Infrastruktur hijau, teknologi kota pintar, sistem energi terbarukan, tata kelola digital, dan restorasi ekologis dijalin menjadi satu kerangka kerja terpadu. Secara global, hanya segelintir kota pelopor, seperti Masdar di Uni Emirat Arab atau Songdo di Korea Selatan, yang telah menerapkan pendekatan terpadu semacam ini dalam skala besar.
Kemunculan Vinhomes Green Paradise menandakan bahwa Vietnam tidak lagi berada di pinggiran gerakan ini. Vietnam kini memasuki arena dengan kepercayaan untuk berpartisipasi, dan berpotensi memimpin, dalam perlombaan global menuju masa depan perkotaan yang berkelanjutan.
ESG++: Melampaui Keberlanjutan Menuju Regenerasi
Sementara prinsip ESG (Environmental, Social, Governance/Lingkungan, Sosial, Tata Kelola) telah menjadi standar global, Vinhomes Green Paradise melangkah lebih jauh melalui kerangka kerja ESG++, menambahkan dua dimensi penting: Regenerasi dan Ketahanan.
Alih-alih berkembang dengan cara mengonsumsi sumber daya alam, proyek ini memprioritaskan restorasi ekologi, dengan tujuan tidak hanya meminimalkan dampak negatif, tetapi juga secara aktif mengembalikan nilai bagi lingkungan. Visi yang diusung adalah sebuah kota yang mampu menghasilkan energinya sendiri, mengolah dan menggunakan kembali air limbahnya, serta mempertahankan keseimbangan ekologi dari waktu ke waktu.
Para ahli perkotaan semakin sepakat bahwa model seperti ini menjadi sangat penting di era perubahan iklim, terutama bagi kota-kota pesisir yang menghadapi kenaikan permukaan laut dan cuaca ekstrem. Dalam konteks ini, Vinhomes Green Paradise turut berkontribusi dalam menetapkan tolok ukur baru bagi urbanisme pesisir berkelanjutan, tidak hanya di Vietnam, tetapi secara global.
Membangun sebuah megakota di zona pesisir yang sensitif secara ekologis membutuhkan keahlian lintas disiplin yang mendalam, mencakup geologi, hidrologi, ekologi, ilmu material, dan sistem energi. Investasi finansial dan teknologi yang diperlukan sangat besar, dan hanya sedikit pengembang yang bersedia atau mampu menanggung kompleksitas dan risiko tersebut.
Dalam kerangka yang menuntut ini, keterlibatan AOMI Construction Co., Ltd. menjadi sangat signifikan. AOMI adalah pemilik teknologi K-DPM soil solidification, salah satu solusi paling maju di dunia untuk proyek tanah lunak dan reklamasi lahan.
Berdasarkan pengalaman luas Jepang sebagai negara kepulauan dengan sumber daya lahan terbatas, Bapak Okori Katsumi, seorang ahli asal Jepang dan perwakilan AOMI Construction Co., Ltd., menjelaskan: “Jepang sejak lama menghadapi keterbatasan ketersediaan lahan. Selama beberapa dekade, kami mengandalkan laut, menciptakan bandara, ruang perkotaan, dan lingkungan hidup baru melalui reklamasi lahan yang dirancang dengan cermat.”
Metode tradisional, seperti mencampur semen langsung dengan tanah, menunjukkan keterbatasan penting dalam hal skala dan kemampuan transportasi. Teknologi K-DPM dikembangkan untuk mengatasi hambatan ini dengan menggunakan udara bertekanan tinggi untuk memindahkan dan memadatkan volume besar material pengerukan, sehingga mempercepat waktu konstruksi sekaligus meminimalkan dampak lingkungan melalui pengurangan ketergantungan pada ekstraksi pasir.
Dari Prestasi Rekayasa Menuju Simbol Abad ke-21
Pengalaman Jepang dalam reklamasi lahan selalu menekankan perlindungan lingkungan, menggunakan barrier penahan untuk membatasi kekeruhan air, serta menerapkan standar ketat terhadap tingkat pH dan kesesuaian material dengan ekosistem sekitarnya. Prinsip-prinsip ini kini diadaptasi dan ditingkatkan di Can Gio.
Bagi Vingroup, Vinhomes Green Paradise bukanlah upaya pertama dalam rekayasa pesisir. Pada 2017, kompleks manufaktur VinFast di Hai Phong, di mana lebih dari 60% proyeknya melibatkan reklamasi lahan, selesai dalam 21 bulan – rekor tercepat pada saat itu – menetapkan tolok ukur baru untuk kecepatan dan eksekusi teknis.
Di Can Gio, tantangan ini dibawa lebih jauh lagi. Proyek ini mendapat manfaat dari konsultasi para ahli asal Belanda, mewakili negara yang diakui secara global dalam manajemen air dan keahlian reklamasi lahan. Tujuannya tidak hanya pada ketahanan struktural, tetapi juga pada pelestarian ekosistem asli secara menyeluruh dalam jangka panjang.
Jika reklamasi lahan dahulu mengagumkan dunia melalui ikon seperti Palm Jumeirah di Dubai, Vinhomes Green Paradise berupaya mendefinisikan kembali warisan itu melalui filosofi yang secara fundamental berbeda: Hormat terhadap alam dan regenerasi ekologi.
Megakota ESG++ ini lebih dari sekadar bukti kemampuan rekayasa maju. Ia berdiri sebagai simbol visi nasional Vietnam, yang memandang lautan bukan sebagai batasan untuk ditaklukkan, melainkan sebagai mitra dalam membentuk kota yang tangguh dan siap masa depan.
Pada akhirnya, Vinhomes Green Paradise bukan sekadar pengembangan properti. Proyek ini adalah deklarasi aspirasi dan keyakinan, pernyataan bahwa urbanisme Vietnam telah memasuki era baru, di mana menyembuhkan manusia dan menyembuhkan alam tidak lagi menjadi tujuan terpisah, melainkan misi bersama untuk kemajuan berkelanjutan di abad ke-21.
Hashtag: #VinhomesThe issuer is solely responsible for the content of this announcement.