Babinsa Bukit Kapur Gelar Penyuluhan, Atasi Potensi Kelangkaan Bahan Pangan

BERITA152 Dilihat

DUMAI – Dalam upaya mengatasi potensi kelangkaan bahan pangan, Babinsa Kecamatan Bukit Kapur, Serka Tomy Mike, bersama dengan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Bukit Kapur, menggelar kegiatan penyuluhan pertanian di Kelompok Wanita Tani (KWT) Anggrek, yang berlokasi di Jalan Pendidikan RT 08 Kelurahan Bukit Kayu Kapur, Kecamatan Bukit Kapur, Kota Dumai.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Babinsa dan BPP Kecamatan Bukit Kapur dalam rangka memberikan solusi konkrit terhadap isu global yang menyebabkan potensi terjadinya kelangkaan bahan pangan, terutama beras.

Menyikapi isu tersebut, Serka Tomy Mike menjelaskan, “Kegiatan ini penting untuk memberikan pemahaman kepada petani tentang pentingnya meningkatkan produksi pangan di tengah-tengah tantangan global yang ada. Kami turun langsung ke lapangan untuk memberikan penyuluhan dan menganjurkan kepada kelompok tani untuk menanam tanaman pangan seperti padi dan jagung sebagai upaya mengantisipasi potensi kelangkaan pangan.”

Selain itu, Kepala BPP Kecamatan Bukit Kapur, Samsul Huda, juga memberikan penyuluhan terkait cara mengendalikan hama buah, seperti Lalat buah, yang dapat mengganggu produksi pertanian.

“Kami berusaha memberikan solusi komprehensif dalam menghadapi tantangan pertanian, termasuk dalam mengendalikan hama dan penyakit tanaman,” ujar Samsul Huda.

Dalam kesempatan tersebut, para petani dari KWT Anggrek sangat antusias mengikuti penyuluhan yang diberikan. Mereka menyambut baik ajakan Babinsa dan BPP untuk meningkatkan produksi pangan di wilayah mereka.

“Kami berterima kasih atas bantuan dan dorongan yang diberikan oleh Babinsa dan BPP. Kami siap untuk menerapkan pengetahuan yang kami dapatkan untuk meningkatkan hasil pertanian kami,” kata salah satu anggota KWT Anggrek.

Kegiatan penyuluhan pertanian ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam meningkatkan ketahanan pangan di Kecamatan Bukit Kapur serta memperkuat kerjasama antara Babinsa, BPP, dan kelompok tani dalam menghadapi tantangan pertanian yang ada.***

Komentar