Program CSR Pertamina Hulu Rokan Sepanjang 2025 Sebesar Rp 19 Miliar

Jumat, 06 November 2026 | 15:08:50 WIB
Senior Officer Media Relation Zona Rokan PT Pertamina Hulu Rokan, Victorio Chandra Primantara

PEKANBARU – PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) terus menjalankan berbagai program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Sepanjang 2025, anggaran yang dialokasikan PHR untuk program Corporate Social Responsibility (CSR) mencapai sekitar Rp19 miliar.

Hal itu disampaikan Senior Officer Media Relation Zona Rokan PT Pertamina Hulu Rokan, Victorio Chandra Primantara di Aula Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Riau (Fikom UIR) Pekanbaru, Jumat (6/11/2026).

Ia mengatakan, program CSR PHR dijalankan melalui lima bidang utama, yakni pemberdayaan ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan pengembangan masyarakat.
Victorio menjelaskan, anggaran CSR setiap tahunnya tidak selalu sama karena disesuaikan dengan kebutuhan program serta persetujuan perusahaan.

"Untuk anggaran memang naik turun berdasarkan persetujuan dan kebutuhan program. Untuk tahun 2025, kisarannya sekitar Rp19 miliar. Angka tersebut bisa dilihat melalui laporan tahunan perusahaan," ujar Victorio.

Salah satu program pemberdayaan PHR adalah Ruang Setara di Jalan Abdullah Muncy, Pekanbaru. Program yang diluncurkan pada 2025 ini menjadi wadah bagi penyandang disabilitas untuk mendapatkan kesempatan bekerja serta mengembangkan bakat.

Sekitar tiga penyandang disabilitas telah diberikan kesempatan bekerja di kafe Ruang Setara, baik sebagai barista maupun di bagian dapur.

PHR berencana mengembangkan program tersebut melalui pelatihan keterampilan laundry dan pijat bagi penyandang tunanetra. Langkah ini diharapkan dapat membuka peluang usaha sekaligus meningkatkan kemandirian para peserta.

Victorio menambahkan, program pemberdayaan masyarakat umumnya dirancang untuk jangka waktu tiga hingga lima tahun. Selama pelaksanaan, perusahaan melakukan evaluasi secara berkala untuk melihat perkembangan dan hasil yang telah dicapai.

Apabila program telah mencapai target dan dinilai berhasil, pelaksanaannya dapat diakhiri melalui tahapan exit program.

Ia mencontohkan sejumlah program pemberdayaan di wilayah Mandau serta sektor perikanan di Kabupaten Kampar yang telah menyelesaikan tahapan tersebut.

Victorio menyebutkan bahwa PHR tidak membagi anggaran dengan persentase yang sama untuk setiap sektor maupun daerah. Penentuan program dilakukan dengan mempertimbangkan potensi wilayah, kebutuhan masyarakat, serta kesiapan masyarakat dalam menjalankan program.

Selain pemberdayaan ekonomi dan sosial, PHR juga memberikan perhatian terhadap lingkungan. Salah satunya melalui program pengembangan ekosistem di kawasan Taman Hutan Raya Sultan Syarif Hasyim.

Terakhir, untuk bidang olahraga, Victorio mengatakan bahwa sektor tersebut belum menjadi salah satu pilar utama program pemberdayaan masyarakat PHR. Namun, perusahaan tetap dapat memberikan dukungan melalui sponsorship terhadap kegiatan maupun event-event tertentu.***

Terkini