DUMAI – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Dumai terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi warga binaan. Bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Dumai dan Puskesmas Bumi Ayu, Rutan Dumai menggelar pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga binaan, Rabu (21/10/2026).
Kepala Rutan Kelas IIB Dumai, Enang Iskandi, mengatakan bahwa pelayanan kesehatan merupakan salah satu aspek penting yang harus diperhatikan dalam proses pembinaan warga binaan. Menurutnya, setiap warga binaan berhak mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak selama menjalani masa pembinaan.
“Pelayanan kesehatan bagi warga binaan menjadi perhatian kami. Kami ingin memastikan mereka mendapatkan pemeriksaan kesehatan yang layak sebagai bagian dari pemenuhan hak dasar, sekaligus mendukung proses pembinaan yang berjalan dengan baik,” ujar Enang Iskandi.
Ia menjelaskan, kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis tersebut merupakan bentuk sinergi antara Rutan Dumai, Dinas Kesehatan Kota Dumai, dan Puskesmas Bumi Ayu dalam meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan warga binaan.
“Kami mengapresiasi dukungan Dinas Kesehatan Kota Dumai dan Puskesmas Bumi Ayu yang telah berkolaborasi dalam kegiatan ini. Sinergi seperti ini sangat penting agar pelayanan kesehatan di lingkungan rutan dapat terus ditingkatkan dan dilaksanakan secara berkelanjutan,” tambahnya.
Dalam kegiatan tersebut, petugas kesehatan melakukan pemeriksaan terhadap warga binaan, termasuk pengecekan tekanan darah dan kondisi kesehatan secara umum. Pemeriksaan ini juga bertujuan untuk mendeteksi sejak dini potensi gangguan kesehatan sehingga dapat segera ditindaklanjuti apabila ditemukan keluhan atau indikasi penyakit.
Enang berharap, melalui kegiatan tersebut, kesadaran warga binaan terhadap pentingnya menjaga kesehatan semakin meningkat. Ia juga menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendorong pelayanan yang profesional, humanis, dan berorientasi pada pemenuhan hak warga binaan.
“Kami berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada warga binaan, termasuk dalam aspek kesehatan. Harapannya, kondisi kesehatan mereka tetap terjaga sehingga proses pembinaan dapat berjalan secara optimal dalam lingkungan rutan yang sehat dan kondusif,” tutupnya.***