Peresmian EWS dan Penanaman Mangrove, Kodim 0320/Dumai Perkuat Mitigasi Bencana

Selasa, 06 Oktober 2026 | 14:31:08 WIB
dok Istimewa

DUMAI – Upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di Kota Dumai terus dilakukan melalui pemanfaatan teknologi sekaligus penguatan upaya pelestarian lingkungan. Hal tersebut ditandai dengan peresmian Early Warning System (EWS) Pemantauan Tinggi Air Kota Dumai dan penanaman mangrove dalam rangka pengurangan risiko bencana tahun 2026.

Kegiatan berlangsung di Jalan Siak RT 09, Kelurahan Pangkalan Sesai, Kecamatan Dumai Barat, Kota Dumai, Senin (5/10/2026), sekitar pukul 09.30 WIB.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Dumai Sugiyarto, Ketua DPRD Dumai Agus Miswandi, serta unsur Forkopimda dan sejumlah pemangku kepentingan lainnya. Dari jajaran Kodim 0320/Dumai, kegiatan diwakili Wadanramil 01/Dumai Kapten Arh. M.I. Daulay bersama Babinsa Kelurahan Pangkalan Sesai Sertu Agustinus Hasugian.

Selain peresmian EWS, kegiatan juga diisi dengan penanaman pohon mangrove sebagai bagian dari langkah bersama dalam mengurangi risiko bencana sekaligus menjaga kelestarian kawasan pesisir.

Dandim 0320/Dumai Letkol Arm Herman Santoso mengatakan, keberadaan sistem peringatan dini memiliki peran penting dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana, khususnya yang berkaitan dengan kenaikan tinggi muka air.

“Keberadaan Early Warning System ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana. Dengan adanya sistem peringatan dini, informasi mengenai kondisi tinggi air dapat diketahui lebih cepat sehingga langkah antisipasi dapat dilakukan sedini mungkin,” ujar Letkol Arm Herman Santoso.

Menurutnya, penanggulangan bencana tidak hanya mengandalkan respons ketika bencana terjadi, tetapi harus dilakukan melalui upaya pencegahan dan mitigasi secara berkelanjutan.

“Pengurangan risiko bencana merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, sinergi antara pemerintah, TNI, Polri, dunia usaha, masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan sangat diperlukan agar upaya mitigasi dapat berjalan secara optimal,” katanya.

Ia juga menilai kegiatan penanaman mangrove memiliki arti penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan, khususnya kawasan pesisir Kota Dumai. Mangrove selain berfungsi sebagai ekosistem alami juga dapat membantu melindungi wilayah pesisir dari berbagai ancaman lingkungan.

“Penanaman mangrove merupakan langkah nyata dalam menjaga lingkungan dan memperkuat ketahanan kawasan pesisir. Kami dari Kodim 0320/Dumai mendukung setiap upaya positif yang bertujuan mengurangi risiko bencana sekaligus menjaga kelestarian lingkungan,” ungkapnya.

Letkol Arm Herman Santoso menegaskan, jajaran Babinsa akan terus berperan aktif dalam mendukung kegiatan mitigasi bencana di wilayah binaan. Babinsa diharapkan dapat membantu menyampaikan informasi dan mengedukasi masyarakat agar memiliki kesadaran serta kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana.

“Kami akan terus mendorong Babinsa untuk membangun komunikasi dengan masyarakat dan seluruh unsur terkait. Kesiapsiagaan harus dibangun bersama, sehingga masyarakat tidak hanya mengetahui potensi bencana, tetapi juga memahami langkah yang harus dilakukan ketika terjadi kondisi darurat,” tuturnya.

Kegiatan peresmian EWS dan penanaman mangrove tersebut berlangsung aman, tertib dan lancar. Kehadiran berbagai unsur dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari sinergi bersama dalam memperkuat upaya pengurangan risiko bencana di Kota Dumai.***

Terkini