Proyek Jalan Soekarno Hatta Retak, Komisi III DPRD Dumai Minta Dinas PU Evaluasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:15:29 WIB
dok Istimewa

DUMAI - Komisi III DPRD Kota Dumai saat melakukan pengawasan proyek peningkatan Jalan Soekarno Hatta menemukan beberapa bagian ruas jalan yang telah selesai dikerjakan mengalami retak, khususnya pada jalur dari arah Simpang Jalan Arifin Ahmad menuju Bundaran, Rabu (30/9) kemarin.

Kegiatan pengawasan ini dipimpin langsung Ketua Komisi III Hasrizal didampingi Wakil Ketua Suprianto, Sekretaris Rendy Firdaus, dan Anggota Jufrida serta Yohannes Orlando.

Ikut hadir juga, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Dumai Riau Satrya Alamsyah, Kepala Bidang Bina Marga Yomi Idriansyah beserta jajaran Dinas PU.

Dikutip dari akun FB Sekretariat DPRD Dumai, Penemuan beberapa bagian sudah retak ini menjadi perhatian Komisi III karena pekerjaan masih berada dalam proses pelaksanaan.

Ketua Komisi III DPRD Kota Dumai Hasrizal mengatakan bahwa temuan itu perlu menjadi perhatian serius pihak terkait, karena kondisi jalan mengalami retak ini harus segera diketahui penyebabnya, agar dapat ditentukan langkah penanganan tepat.

“Beberapa bagian ruas jalan yang sudah dikerjakan mengalami retak ini tentu menjadi perhatian kami, dan Dinas PU bersama pelaksana diminta untuk mengevaluasi penyebab retakan, apakah berkaitan dengan proses pengerjaan, kondisi struktur, atau faktor teknis lainnya,” kata Hasrizal.

Komisi III, lanjutnya, tidak ingin hanya melihat pembangunan dari sisi progres pekerjaan, tetapi juga memastikan kualitas hasil pekerjaan. Karena itu, setiap temuan persoalan di lapangan harus segera ditindaklanjuti agar tidak menimbulkan persoalan belakang hari.

“Kalau ada bagian yang retak, tentu harus diperiksa dan ditangani sesuai ketentuan. Jangan sampai setelah proyek selesai, persoalan seperti ini justru menjadi masalah bagi masyarakat,” tegasnya.

Komisi III DPRD Dumai meminta Dinas PU dan rekanan pelaksana melakukan pengecekan secara menyeluruh terhadap ruas jalan yang telah dikerjakan, termasuk bagian mengalami retakan.

Hasil pemeriksaan itu diharapkan dapat menjadi dasar dalam menentukan langkah perbaikan atau penanganan sesuai ketentuan teknis.

Peninjauan lapangan ini selanjutnya menjadi bagian dari bahan evaluasi Komisi III DPRD Kota Dumai dalam menjalankan fungsi pengawasan pembangunan daerah.

"DPRD berharap proyek peningkatan Jalan Soekarno Hatta dapat terlaksana dengan baik, memenuhi standar pekerjaan ditetapkan, serta memberikan manfaat dan kenyamanan bagi masyarakat pengguna jalan.

Politisi PAN ini menjelaskan tujuan dari turun lapangan merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPRD terhadap pelaksanaan pembangunan infrastruktur bersumber anggaran daerah Tahun 2026.

Menanggapi temuan Komisi III DPRD ini, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PU Dumai Yomi Indriansyah menjelaskan bahwa sudah dilakukan pengujian terhadap mutu beton yang dihamparkan di laboratorium dengan hasil sudah sesuai spek yaitu fs 4,5 MPa.

Dikatakan, kemungkinan keretakan akibat muai beton karena saat proses cutting atau memotong permukaan jalan dilakukan untuk space muai beton baru dilakukan setelah terjadi keretakan.

"Terhadap keretakan sudah dilakukan proses grouting atau penguatan struktur bangunan dan injeksi untuk memastikan keretakannya tertutup sambil kami melakukan pemantauan berkala untuk memastikan penangananya sudah sesuai," kata Yomi.

Dijelaskan lagi, jika setelah pemantauan penanganannya tidak sesuai, maka DPU akan melakukan pembongkaran terhadap segmen yang retak tersebut dan dilakukan pengecoran ulang.

Masih dalam kegiatan turlap pengawasan ini, Komisi Pembangunan DPRD Dumai ini juga memantau adanya galian pipa dilakukan PT Pertamina di Simpang Bundaran, atau berdekatan dengan pelaksanaan proyek peningkatan Jalan Soekarno Hatta.

Di lokasi itu  wakil rakyat mendapatkan keterangan bahwa pekerjaan galian pipa PT Pertamina sudah berkoordinasi ke Dinas PU dengan batas wakth akhir Oktober 2026 rampung dikerjakan.

Selain pengerjaan galian pipa dilakukan PT Pertamina, diketahui juga ada pemasangan pipa air oleh PT Patra Niaga, namun belum ada koordinasi dengan dinas terkait mengenai pekerjaan tersebut.

Ketua Komisi III Hasrizal mempertanyakan pelaksanaan pemasangan pipa oleh PT Patra Niaga yang diketahui belum melakukan koordinasi dengan pihak terkait.

Selanjutnya, Komisi III DPRD Dumai akan menjadwalkan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama PT Patra Niaga untuk memberikan penjelasan dan jawaban terkait pelaksanaan pemasangan pipa tersebut.

"Disayangkan juga belum dilibatkan tenaga kerja lokal dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Persoalan ini akan menjadi perhatian Komisi III," demikian Hasrizal.***

Terkini