DUMAI — Upaya pemadaman dan pendinginan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Jalan Parit Tujuh, Kelurahan Bangsal Aceh, Kecamatan Sungai Sembilan, Kota Dumai, terus dilakukan tim gabungan hingga Kamis (17/9/2026).
Memasuki hari ketiga penanganan, petugas masih melakukan pemadaman dan pendinginan di lahan yang terbakar dengan luas sekitar 1 hektare. Berdasarkan pemantauan di lapangan, titik api telah nihil, namun masih ditemukan titik asap.
Kegiatan melibatkan personel gabungan dari TNI sebanyak 10 orang, Polri 8 orang, Kelurahan 2 orang, Masyarakat Peduli Api (MPA) 3 orang, BPBD 9 orang, Manggala Agni 12 orang serta masyarakat sebanyak 5 orang.
Selain pemadaman dan pendinginan, tim juga melakukan pembuatan sekat kanal menggunakan alat berat untuk membantu menghambat potensi meluasnya kebakaran di kawasan tersebut.
Dandim 0320/Dumai Letkol Arm Herman Santoso mengatakan, proses penanganan Karhutla akan terus dilakukan sampai kondisi lahan benar-benar aman dari potensi munculnya kembali titik api.
"Tim gabungan terus melakukan pemadaman dan pendinginan di lokasi. Meskipun titik api saat ini sudah nihil, masih terdapat asap sehingga petugas tetap melakukan pemantauan dan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara api yang kembali menyala," ujar Herman Santoso.
Menurutnya, kondisi lahan yang merupakan kawasan gambut dengan vegetasi sawit dan semak belukar membutuhkan penanganan secara menyeluruh. Karena itu, selain pendinginan, pembuatan sekat kanal juga dilakukan sebagai bagian dari upaya pengendalian kondisi lahan.
"Kita juga melakukan pembuatan sekat kanal dengan alat berat. Ini merupakan langkah untuk membantu mengendalikan kondisi lahan gambut agar upaya pemadaman dan pendinginan dapat berjalan lebih efektif," katanya.
Herman menegaskan, sinergi seluruh unsur di lapangan menjadi bagian penting dalam percepatan penanganan Karhutla.
"Kami mengapresiasi seluruh personel yang terlibat, baik TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, MPA, pemerintah kelurahan maupun masyarakat. Semua bergerak bersama untuk mencegah api kembali meluas," tuturnya.
Hingga Kamis, dari sekitar 1 hektare lahan terbakar, petugas telah berhasil melakukan pemadaman pada sekitar 0,5 hektare. Sementara itu, kegiatan pemadaman dan pendinginan masih terus berlangsung.
Dalam pelaksanaan di lapangan, petugas menghadapi kendala berupa angin kencang yang dapat memengaruhi proses pemadaman dan berpotensi membuat bara kembali menyebar.
Adapun lokasi Karhutla berada pada koordinat N 1.679498° dan E 101.307823°. Hingga laporan terakhir, pemilik lahan masih dalam penyelidikan.***