DUMAI — Tim Penyuluhan Mabes TNI dalam rangka pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Provinsi Riau melaksanakan koordinasi dengan Pemerintah Kota Dumai, Kamis (17/9/2026).
Pertemuan tersebut dilakukan untuk menyampaikan berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan tim selama bertugas di Kota Dumai sekaligus memberikan saran dan masukan kepada Pemerintah Kota Dumai terkait upaya pencegahan dan penanganan Karhutla.
Dalam kegiatan tersebut, Tim Mabes TNI dipimpin Laksma TNI Edi Krisna Murti. Turut hadir Laksma TNI Sri Gunanto, Kolonel Inf Abdul Mufahir dan Letkol Lek Halomonan Saragih.
Pertemuan berlangsung bersama Wakil Wali Kota Dumai. Sebanyak lima personel dari Mabes TNI dan empat orang dari Pemerintah Kota Dumai mengikuti kegiatan koordinasi tersebut.
Laksma TNI Edi Krisna Murti menyampaikan bahwa kehadiran Tim Penyuluhan Mabes TNI di Dumai merupakan bagian dari upaya memperkuat sinergi antara TNI dan pemerintah daerah dalam menghadapi ancaman Karhutla.
"Selama melaksanakan tugas di Kota Dumai, kami melihat pentingnya koordinasi dan sinergi seluruh pihak dalam upaya pencegahan maupun penanggulangan Karhutla. Karena itu, beberapa hasil kegiatan di lapangan kami sampaikan kepada pemerintah daerah sebagai bahan masukan," ujar Edi.
Ia menambahkan, upaya pencegahan Karhutla tidak hanya dilakukan ketika kebakaran terjadi, tetapi juga perlu diperkuat melalui langkah-langkah preventif, pemantauan wilayah rawan serta keterlibatan masyarakat.
"Penanganan Karhutla membutuhkan kerja bersama. Pemerintah daerah, TNI, Polri, masyarakat dan seluruh unsur terkait harus terus berkoordinasi agar potensi kebakaran dapat dicegah sedini mungkin," katanya.
Dalam pertemuan tersebut, Tim Mabes TNI juga memberikan sejumlah saran dan masukan kepada Pemko Dumai berdasarkan kegiatan penyuluhan, pemantauan dan koordinasi yang telah dilakukan selama berada di wilayah Kota Dumai.
Pemko Dumai menyambut baik masukan yang disampaikan Tim Mabes TNI sebagai bagian dari penguatan langkah pencegahan dan penanggulangan Karhutla di daerah.
Kegiatan koordinasi berlangsung hingga selesai dalam keadaan aman dan lancar. Berdasarkan laporan, tidak terdapat hal menonjol selama pelaksanaan kegiatan.***