Karhutla Bakar 1 Hektare Lahan Gambut di Bangsal Aceh, Tim Gabungan Lakukan Pendinginan

Selasa, 15 September 2026 | 14:42:34 WIB
dok Istimewa

DUMAI – Tim gabungan terus melakukan upaya pemadaman dan pendinginan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Jalan Parit Tujuh, Kelurahan Bangsal Aceh, Kecamatan Sungai Sembilan, Kota Dumai, Selasa (15/9/2026).

Karhutla yang berada pada koordinat N 1.67308° dan E 101.30794° tersebut membakar lahan seluas kurang lebih 1 hektare. Lokasi yang terbakar merupakan lahan sawit dan semak belukar dengan karakteristik tanah gambut.

Kegiatan pendinginan hari pertama ini melibatkan personel gabungan dari TNI sebanyak 8 orang, Polri 15 orang, kelurahan 2 orang, Masyarakat Peduli Api (MPA) 2 orang, BPBD 9 orang serta masyarakat 2 orang.

Dalam penanganan di lapangan, tim menggunakan sejumlah peralatan pemadaman, di antaranya mesin mini striker milik MPA dan TNI, mesin mini BPBD, mesin Robin masyarakat, mesin mini Manggala, serta puluhan rol selang dan sejumlah nozzle.

Selain melakukan pemadaman, tim gabungan juga membuat sekat kanal menggunakan alat berat sebagai salah satu upaya untuk membantu mengendalikan kondisi lahan gambut dan mencegah api kembali meluas.

Dandim 0320/Dumai Letkol Arm Herman Santoso mengatakan, kegiatan pendinginan dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan bara api yang masih berada di dalam tanah gambut benar-benar padam.

“Pendinginan ini kita lakukan untuk memastikan tidak ada lagi titik api dan mencegah munculnya kembali api, terutama karena lokasi merupakan lahan gambut yang memiliki potensi menyimpan bara di bawah permukaan,” ujar Herman Santoso.

Menurutnya, hingga proses penanganan berlangsung, sekitar 0,5 hektare dari total lahan yang terbakar telah berhasil dipadamkan. Sementara titik api sudah nihil, namun masih ditemukan titik asap di beberapa bagian lokasi.

“Kondisi saat ini titik api sudah nihil, tetapi masih terdapat asap. Karena itu, personel gabungan tetap berada di lokasi untuk melakukan pendinginan dan pemantauan,” katanya.

Herman menambahkan, kondisi angin yang cukup kencang menjadi salah satu kendala dalam proses penanganan Karhutla. Untuk itu, seluruh personel diminta tetap waspada dan memastikan bara yang tersisa benar-benar tidak menimbulkan api baru.

“Kita mengimbau seluruh personel tetap berhati-hati karena angin cukup kencang. Penanganan tidak hanya memadamkan api, tetapi juga memastikan area yang sudah terbakar benar-benar aman agar tidak terjadi penyalaan kembali,” pungkasnya.

Hingga Selasa siang, kegiatan pemadaman dan pendinginan masih terus berlangsung. Sementara pemilik lahan masih dalam penyelidikan pihak terkait.***

Tags

Terkini