DUMAI – Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus dilakukan Tim Penyuluh Mabes TNI di wilayah Kota Dumai. Edukasi kepada masyarakat kembali digelar dengan menyasar para petani di Jalan Parit Tugu RT 03, Kelurahan Mundam, Kecamatan Medang Kampai, Minggu (13/9/2026).
Kegiatan penyuluhan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Tim Penyuluhan Mabes TNI dalam rangka pencegahan dan penanggulangan Karhutla di wilayah Provinsi Riau.
Penyuluhan diikuti sekitar 23 orang masyarakat yang sebagian besar merupakan petani. Tim Mabes TNI yang berada di lokasi berjumlah tujuh personel dan dipimpin Laksma TNI Edi Krisna Murti, dengan materi penyuluhan disampaikan Mayor Czi Muhamad Wawan.
Dalam penyuluhannya, Mayor Czi Muhamad Wawan mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembukaan maupun pembersihan lahan dengan cara membakar. Menurutnya, kebiasaan membakar lahan dapat menimbulkan dampak yang luas, terutama ketika api sulit dikendalikan dan merembet ke lahan lainnya.
“Pencegahan Karhutla harus dimulai dari kesadaran masyarakat. Kami mengajak para petani untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar, karena api dapat dengan cepat menyebar dan menimbulkan kerugian bagi lingkungan maupun masyarakat,” ujar Mayor Czi Muhamad Wawan.
Ia juga mengajak masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan adanya titik api atau indikasi kebakaran lahan di sekitar wilayahnya. Dengan pelaporan dan penanganan sejak dini, potensi kebakaran yang lebih luas dapat diminimalkan.
“Kita berharap masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan Karhutla. Kalau ada melihat asap atau titik api, segera laporkan kepada aparat atau pihak terkait agar dapat ditangani secepat mungkin,” tambahnya.
Tim Mabes TNI juga menekankan pentingnya meningkatkan kewaspadaan, khususnya di tengah aktivitas masyarakat yang banyak bersentuhan langsung dengan lahan. Sinergi antara masyarakat, aparat kewilayahan dan instansi terkait dinilai menjadi kunci dalam mencegah terjadinya Karhutla.
Melalui kegiatan penyuluhan tersebut, diharapkan pemahaman masyarakat mengenai bahaya dan dampak Karhutla semakin meningkat, sehingga upaya pencegahan dapat dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan.***