DUMAI — Tim Penyuluh Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dari Mabes TNI terus menggencarkan edukasi kepada masyarakat sebagai upaya meningkatkan kesadaran terhadap bahaya kebakaran hutan dan lahan.
Kali ini, penyuluhan dilaksanakan kepada masyarakat di RT 08, Kelurahan Bagan Besar, Kecamatan Bukit Kapur, Kota Dumai, Sabtu (12/9/2026). Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 15 peserta.
Penyuluhan bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai dampak Karhutla yang tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu berbagai aktivitas dan kehidupan sehari-hari masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, Tim Mabes TNI mengajak masyarakat untuk bersama-sama mencegah terjadinya Karhutla, salah satunya dengan tidak melakukan pembukaan maupun pembersihan lahan menggunakan cara membakar.
Perwakilan Tim Mabes TNI menyampaikan bahwa kesadaran masyarakat menjadi salah satu kunci utama dalam mencegah terjadinya Karhutla. Sebab, kebakaran yang terjadi dapat menimbulkan dampak luas dan mengganggu aktivitas masyarakat.
“Karhutla bukan hanya persoalan kebakaran lahan, tetapi dampaknya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembakaran lahan,” ujar Tim Mabes TNI.
Ia menambahkan, masyarakat juga diharapkan lebih peduli terhadap kondisi lingkungan sekitar. Apabila menemukan asap atau indikasi adanya titik api, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada aparat maupun pihak terkait agar dapat dilakukan penanganan sedini mungkin.
“Kami berharap masyarakat dapat menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan Karhutla. Jangan menunggu api membesar, setiap informasi mengenai titik api harus segera disampaikan agar dapat ditangani dengan cepat,” tambahnya.
Tim Mabes TNI juga menekankan bahwa pencegahan Karhutla membutuhkan sinergi seluruh pihak, mulai dari TNI, Polri, pemerintah daerah, Masyarakat Peduli Api (MPA), hingga masyarakat.
Melalui kegiatan penyuluhan tersebut, diharapkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat RT 08 Kelurahan Bagan Besar semakin meningkat sehingga potensi terjadinya Karhutla dapat ditekan.
Kegiatan penyuluhan berlangsung aman, tertib dan kondusif.***