Seskoad Perkuat Upaya Cegah Karhutla, Sumur Bor di Tanjung Palas Ditinjau Langsung

Sabtu, 05 September 2026 | 14:06:11 WIB
dok Istimewa

DUMAI – Upaya memperkuat pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kota Dumai mendapat perhatian dari jajaran Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad). Direktur Pendidikan Seskoad Brigjen TNI Surya Wibawa Suparman bersama Kepala Departemen Teritorial Seskoad Kolonel Arm Loebis Muhammad Hasbi melakukan kunjungan kerja ke Kelurahan Tanjung Palas, Kecamatan Dumai Timur, Sabtu (5/9/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk meninjau langsung lokasi rawan Karhutla sekaligus melihat kondisi sumur bor yang menjadi salah satu sarana pendukung dalam upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran.

Rombongan tiba di Jalan Dumai Motor sekitar pukul 10.46 WIB. Kedatangan rombongan disambut Danramil 01/Dumai Mayor Arh Kusworo Mahardi yang mewakili Dandim 0320/Dumai, Camat Dumai Timur Syafriandi, Kapolsek Dumai Timur AKP Rino Handoyo, Lurah Tanjung Palas Hervina Herman, Babinsa Sertu Rio Eko, serta Ketua MPA Kelurahan Tanjung Palas Suryanta bersama anggota.

Dalam peninjauan tersebut, rombongan melihat langsung fasilitas sumur bor yang berada di kawasan rawan kebakaran. Sumur bor tersebut memiliki kedalaman sekitar 50 hingga 60 meter dan menggunakan mesin air Shimizu dengan jaringan pipa Wavin berukuran ¾ inci.

Brigjen TNI Surya Wibawa Suparman menekankan pentingnya kesiapan sarana dan keterlibatan masyarakat dalam menghadapi potensi Karhutla. Menurutnya, keberadaan sumber air di wilayah rawan kebakaran merupakan salah satu bentuk kesiapsiagaan yang perlu dijaga dan dimanfaatkan secara optimal.

“Kita ingin memastikan sarana yang sudah tersedia benar-benar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung upaya pencegahan dan penanganan Karhutla. Yang tidak kalah penting adalah bagaimana sarana ini dirawat dan digunakan secara berkelanjutan,” ujar Brigjen TNI Surya Wibawa Suparman.

Ia juga menilai pencegahan Karhutla membutuhkan kerja sama seluruh unsur di wilayah, mulai dari TNI, Polri, pemerintah daerah, Masyarakat Peduli Api (MPA) hingga masyarakat.

“Pencegahan tidak bisa hanya mengandalkan satu pihak. Sinergi antara aparat dan masyarakat harus terus diperkuat, terutama dalam melakukan deteksi dini dan melaporkan apabila terdapat potensi kebakaran,” katanya.

Sementara itu, Kolonel Arm Loebis Muhammad Hasbi mengatakan kegiatan peninjauan tersebut juga menjadi bagian dari evaluasi hasil Praktek Kerja Lapangan (PKL) peserta didik Seskoad Tahun Anggaran 2026 dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Menurutnya, kegiatan di wilayah bukan hanya memberikan pengalaman kepada peserta didik, tetapi juga diharapkan mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin melihat secara langsung bagaimana pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dapat memberikan kontribusi nyata, khususnya dalam mendukung pembinaan ketahanan wilayah dan membantu mengantisipasi persoalan yang ada di lingkungan masyarakat,” ujar Kolonel Arm Loebis Muhammad Hasbi.

Keberadaan sumur bor tersebut diharapkan dapat menjadi persediaan air apabila terjadi kebakaran di sekitar lokasi. Dengan tersedianya sumber air, penanganan awal terhadap titik api dapat dilakukan lebih cepat sehingga potensi kebakaran meluas dapat diminimalkan.

Selain mendukung penanganan Karhutla, fasilitas tersebut juga diharapkan dapat dimanfaatkan secara rutin oleh masyarakat sekitar. Pemanfaatan secara berkala sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga kondisi mesin dan fasilitas agar tetap berfungsi dengan baik saat sewaktu-waktu dibutuhkan.

Kegiatan ini juga memperlihatkan pentingnya kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, aparat keamanan dan masyarakat dalam menjaga wilayah yang memiliki potensi rawan Karhutla.

Setelah melakukan peninjauan, rombongan Dirdik dan Kadepter Seskoad melanjutkan perjalanan menuju Makodim 0320/Dumai. Seluruh rangkaian kunjungan kerja berakhir sekitar pukul 11.35 WIB dalam keadaan aman dan kondusif.***

Terkini