Babinsa Kodim Dumai Bersama Tim Gabungan Padamkan Karhutla di Batu Teritip

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:29:03 WIB
dok Istimewa

DUMAI – Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus dilakukan aparat gabungan di wilayah Kota Dumai. Kali ini, kebakaran terjadi di kawasan Jalan Sungai Tawar RT 013, Kelurahan Batu Teritip, Kecamatan Sungai Sembilan, Minggu (9/8/2026).

Kebakaran tersebut diperkirakan menghanguskan lahan masyarakat seluas kurang lebih 5 hektare. Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, jenis tanah di lokasi merupakan tanah mineral dengan vegetasi yang terbakar berupa semak belukar.

Babinsa Kelurahan Batu Teritip, Sertu Miftah, bersama personel gabungan langsung melakukan verifikasi, pemadaman serta pendinginan di lokasi kejadian. Dalam kegiatan tersebut turut dilibatkan satu personel TNI, satu personel Polri, lima personel RPK PT Diamond Timber Raya serta satu orang masyarakat.

Petugas juga menggunakan enam unit kendaraan roda dua dan satu unit mesin mini striker milik PT Diamond Timber Raya untuk mendukung proses pemadaman dan pendinginan.

Dandim 0320/Dumai, Letkol Arm Herman Santoso, S.E., S.Hub.Int., M.H.I., mengatakan penanganan Karhutla harus dilakukan secara cepat, terutama ketika kondisi lahan masih mengeluarkan asap.

“Setiap informasi terkait Karhutla harus segera ditindaklanjuti. Personel di lapangan kita minta melakukan verifikasi, pemadaman dan pendinginan secara maksimal agar api tidak kembali membesar dan meluas,” ujar Herman Santoso.

Ia menegaskan, sinergi antara TNI, Polri, perusahaan, masyarakat dan unsur terkait menjadi bagian penting dalam upaya mencegah meluasnya kebakaran.

“Kondisi di lapangan memang memiliki sejumlah kendala, seperti sumber air yang terbatas, angin kencang, jarak lokasi yang cukup jauh dan keterbatasan jaringan komunikasi. Namun, penanganan tetap harus dilakukan dengan mengutamakan keselamatan personel,” katanya.

Dari hasil pemantauan terakhir, kondisi di lokasi masih mengeluarkan asap tipis. Sementara sumber air berasal dari parit berukuran sekitar 2 x 2 meter. Pemilik lahan hingga kini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.

Jarak lokasi kebakaran diperkirakan sekitar 82 kilometer dari Makoramil Sungai Sembilan. Meski demikian, personel gabungan tetap melakukan upaya pendinginan untuk memastikan tidak terdapat titik api yang berpotensi kembali menyala.

Dandim juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun kepulan asap di kawasan rawan Karhutla.

“Pencegahan Karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi membutuhkan kepedulian seluruh masyarakat. Segera laporkan jika menemukan indikasi kebakaran agar bisa ditangani sedini mungkin,” pungkasnya.***

Tags

Terkini