BEM ITB Riau Pesisir Resmi Dilantik, Siap Hadirkan Gerakan Mahasiswa yang Aktif dan Berdampak

Minggu, 24 Mei 2026 | 12:45:51 WIB
dok Istimewa

DUMAI – Badan Eksekutif Mahasiswa Institut Teknologi dan Bisnis Riau Pesisir (BEM ITBRP) resmi dilantik sebagai momentum awal lahirnya semangat baru gerakan mahasiswa di lingkungan kampus.

Pelantikan tersebut menjadi langkah awal bagi jajaran pengurus untuk menghadirkan organisasi mahasiswa yang aktif, kolaboratif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Presiden Mahasiswa ITB Riau Pesisir, Rafii Putra bersama Wakil Presiden Mahasiswa, Idil Adhadi dan seluruh jajaran pengurus menyampaikan rasa syukur serta terima kasih atas amanah yang telah diberikan kepada mereka untuk menjalankan roda organisasi kemahasiswaan di kampus tersebut.

Rafii Putra mengatakan, pihaknya juga mengapresiasi dukungan penuh dari pihak kampus, dosen, organisasi mahasiswa, serta seluruh elemen yang telah memberikan semangat dan kepercayaan kepada kepengurusan baru BEM ITB Riau Pesisir.

“Pelantikan ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi awal dari tanggung jawab dan pengabdian kami untuk menghadirkan organisasi mahasiswa yang lebih hidup, progresif, dan bermakna bagi masyarakat,” ujar Rafii.

Dalam penyampaiannya, Rafii menegaskan bahwa keberadaan BEM ITB Riau Pesisir tidak boleh hanya menjadi formalitas organisasi semata. Menurutnya, BEM harus mampu menjadi ruang gerakan yang melahirkan kontribusi nyata bagi mahasiswa, kampus, maupun masyarakat luas.

“Di tengah berbagai tantangan dan ketidakpastian global saat ini, mahasiswa harus hadir sebagai agen perubahan dan kontrol sosial yang mampu memberikan dampak positif melalui gagasan, pengabdian, dan aksi nyata,” tegasnya.

Ia menambahkan, BEM ITB Riau Pesisir hadir dengan komitmen membangun gerakan mahasiswa yang aktif, solutif, inovatif, dan dekat dengan kebutuhan masyarakat.

Selain itu, Rafii juga mengajak seluruh elemen mahasiswa untuk menjaga marwah gerakan sosial dan gerakan mahasiswa dengan menjunjung tinggi moral akademik, intelektualitas, serta kepentingan masyarakat luas.

Menurutnya, gerakan mahasiswa tidak boleh dicederai oleh kepentingan tertentu yang mengatasnamakan mahasiswa demi tujuan pribadi maupun kelompok.

“Tindakan seperti itu dapat merusak kepercayaan publik terhadap gerakan sosial dan perjuangan mahasiswa itu sendiri. Karena itu, kami mengecam segala bentuk gerakan yang mencederai nilai-nilai sosial kemasyarakatan,” katanya.

Ia juga mengajak seluruh mahasiswa agar tetap menjadi kekuatan moral yang independen, kritis, dan berpihak pada kepentingan rakyat.

“Mahasiswa harus tetap menjadi suara masyarakat dan menjaga idealisme perjuangan, hari ini maupun di masa yang akan datang,” tutupnya.***

Tags

Terkini