DUMAI – Pembangunan Jembatan Gantung Garuda di wilayah Koramil 03/Sungai Sembilan terus berjalan sebagai upaya meningkatkan konektivitas dan akses masyarakat di Kota Dumai. Kegiatan pembangunan dilaksanakan pada Senin (11/5/2026) di Jalan Purwosalim, Kelurahan Tanjung Penyebal, Kecamatan Sungai Sembilan.
Jembatan gantung ini dirancang menjadi penghubung vital antara Kelurahan Tanjung Penyebal dan Kelurahan Basilam Baru. Dengan bentangan sepanjang 50 meter melintasi sungai selebar 20 meter dan kedalaman air sekitar 2 meter, jembatan tersebut diharapkan mampu mempermudah mobilitas warga, terutama saat kondisi air pasang yang kerap mencapai 2 hingga 4 meter.
Sebanyak 260 warga dari 79 kepala keluarga akan menjadi penerima manfaat langsung dari pembangunan infrastruktur ini. Kehadiran jembatan nantinya diproyeksikan mempercepat akses transportasi, distribusi logistik, serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat setempat.
Pada tahap pekerjaan saat ini, personel TNI bersama pekerja dan masyarakat fokus melaksanakan pelangsiran material pasir dan batu split ke sisi seberang sungai, serta menggali lubang untuk pemasangan kayu terucuk tiang tanpa angkur. Kegiatan melibatkan 10 personel TNI, 4 pekerja, dan 2 warga.
Meski cuaca sepanjang hari terpantau cerah, pelaksanaan pembangunan masih menghadapi sejumlah kendala di lapangan. Lokasi jembatan yang jauh dari jalan besar membuat proses distribusi material menjadi lebih sulit.
Selain itu, kondisi air yang masih pasang tinggi serta akses jalan berlumpur akibat pengaruh pasang laut menyebabkan suplai material harus dilangsir menggunakan alat berat.
Komandan Kodim 0320/Dumai, Letkol Arm Herman Santoso, menegaskan bahwa pembangunan jembatan gantung ini merupakan bentuk nyata kepedulian TNI terhadap kebutuhan masyarakat di wilayah binaan.
“Pembangunan Jembatan Gantung Garuda ini akan terus berlanjut hingga selesai. Kami ingin memastikan masyarakat memiliki akses yang lebih aman dan cepat dalam beraktivitas sehari-hari. Kehadiran jembatan ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan warga Sungai Sembilan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa sinergi antara TNI, pekerja, dan masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan pembangunan di tengah berbagai tantangan lapangan.
Secara umum, situasi di lokasi pembangunan terpantau aman dan terkendali. Progres pekerjaan akan terus dilanjutkan secara bertahap hingga jembatan dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat.***