Aliansi Mahasiswa Soroti Isu Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 19:45:01 WIB
dok Istimewa

PEKANBARU — Aliansi mahasiswa menyoroti berbagai persoalan ketenagakerjaan di Indonesia yang dinilai masih jauh dari kata adil bagi para buruh. Kebijakan yang dianggap kurang berpihak, seperti pemotongan gaji untuk program tertentu, dinilai semakin memberatkan di tengah kondisi ekonomi yang belum stabil.

“Janji penciptaan lapangan kerja belum terealisasi secara maksimal, sementara angka pemutusan hubungan kerja (PHK) justru meningkat,” ungkapnya.

Selain itu, kenaikan harga kebutuhan pokok yang tidak diimbangi dengan peningkatan upah membuat kesejahteraan buruh semakin tertekan. Aliansi mahasiswa juga menyoroti kondisi kerja yang tidak layak, termasuk jam kerja yang panjang, serta sistem outsourcing dan kontrak kerja yang dinilai tidak memberikan kepastian masa depan bagi pekerja.

Kasus yang terjadi di Kabupaten Siak, tepatnya di RSUD Tengku Rafian Siak, turut menjadi perhatian. Tenaga kesehatan di rumah sakit tersebut sempat melakukan mogok kerja akibat tunjangan yang belum dibayarkan selama sekitar enam bulan. Hal ini dinilai sebagai bukti bahwa permasalahan kesejahteraan tenaga kerja masih sangat nyata.

“Ketimpangan juga terlihat dari kebijakan work from home (WFH), di mana sebagian pekerja dapat bekerja dari rumah dengan penghasilan tetap, sementara buruh tetap harus bekerja bahkan di hari libur,” tambahnya.

Secara keseluruhan, aliansi mahasiswa menegaskan perlunya kebijakan yang lebih adil, merata, dan berpihak pada buruh agar kesejahteraan serta perlindungan mereka dapat benar-benar terjamin.***

Tags

Terkini