DUMAI - 7 April 2026, Pemanfaatan teknologi dalam mendukung penerapan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) terus diperkuat oleh Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai (Kilang Pertamina Dumai). Melalui inovasi sistem pengawasan berbasis Artificial Intelligence (AI CCTV) yang dinamai sebagai RUVISION, Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai juga telah mengimplementasikannya ke wilayah kerja Unit Produksi Sungai Pakning.
Sebanyak 37 titik strategis di area Kilang Sungai Pakning kini telah terpasang AI CCTV. Pemasangan ini difokuskan pada area dengan aktivitas tinggi serta potensi risiko yang memerlukan pengawasan intensif, guna memastikan proses monitoring berjalan optimal dan menyeluruh. Berbeda dari CCTV pada umumnya, fitur Human Detection yang dimiliki AI CCTV Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai ini mampu menganalisis data secara real-time, termasuk mendeteksi perilaku pekerja, potensi bahaya, maupun pelanggaran aspek keselamatan.
Dengan dukungan fitur tersebut sekaligus mendukung data-driven decision making, data yang dihasilkan dari sistem ini memungkinkan perusahaan untuk mengambil langkah korektif maupun preventif secara lebih cepat dan tepat sasaran, sehingga pengawasan tidak lagi bersifat pasif, melainkan proaktif dalam memastikan implementasi standar keselamatan kerja di seluruh lini operasional.
Tidak hanya itu, AI–CCTV RU VISION ini juga mampu memantau kepatuhan penggunaan alat pelindung diri (APD) oleh pekerja maupun mitra kerja Perusahaan. Dengan demikian, potensi risiko dapat diantisipasi lebih dini, sehingga mendukung peningkatan aspek keamanan, produktivitas, serta keandalan operasional kilang secara berkelanjutan.
Area Manager Communication, Relations, & CSR Refinery Unit Dumai, Tengku Muhammad Rum menegaskan bahwa implementasi teknologi ini merupakan bagian dari langkah strategis perusahaan dalam memperkuat budaya keselamatan di lingkungan kerja.
“Pemasangan AI–CCTV bukan sekadar bentuk transformasi digital di dunia industri, namun ini menjadi wujud nyata komitmen kami dalam menempatkan aspek keselamatan sebagai prioritas utama di setiap lini operasional. Melalui pemanfaatan teknologi ini, kami ingin memastikan setiap aktivitas kerja dapat terpantau secara proaktif, sehingga potensi risiko dapat diminimalisir sejak tahap awal,” ujar Muhammad Rum.
Keunggulan lainnya, RUVISION dirancang dengan fleksibilitas tinggi sehingga dapat sistem ini terintegrasi dengan sistem keamanan dan IT yang telah ada, sehingga penggunaan AI–CCTV ini tidak mengganggu operasional kilang.
Pengembangan inovasi ini merupakan karya Perwira Pertamina yang mencerminkan kompetensi dan kapabilitas sumber daya manusia dalam menghadirkan solusi berbasis teknologi, sekaligus memperkuat kemandirian serta daya saing nasional guna mendukung operasional kilang yang aman, andal, dan berkelanjutan.
Meski mengoptimalkan pemanfaatan teknologi, hal ini tidak mengesampingkan peran pengawasan langsung di lapangan. Sebagai bagian dari lini operasi Pertamina, Kilang Dumai dan Unit Produksi Sungai Pakning juga secara konsisten mengimplementasikan 10 Corporate Life Saving Rules (CLSR) Pertamina, HSSE Golden Rules, serta menjalankan 8 Arahan Direktur Utama Pertamina sebagai pedoman utama dalam menjaga disiplin dan budaya keselamatan di lingkungan operasional.***