Perkuat Penanggulangan Karhutla, Pertamina RU II Dumai Hibahkan Nozzle Gambut ke Polres

Kamis, 26 Maret 2026 | 10:48:59 WIB
dok Istimewa

DUMAI - 25 Maret 2026, PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit II (RU II) Dumai kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Dumai. Pada Kamis (25/3), RU II Dumai menyerahkan hibah dua unit nozzle gambut kepada Kepolisian Resor (Polres) Dumai.

Penyerahan bantuan ini merupakan bentuk dukungan nyata perusahaan dalam memperkuat kesiapsiagaan dan respons cepat terhadap karhutla, yang dalam dua pekan terakhir tercatat mengalami peningkatan di sejumlah wilayah Dumai. Sebelumnya, RU II Dumai juga telah menyalurkan 10 unit nozzle gambut kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Dumai.

Area Manager Communication, Relations & CSR RU II Dumai, Tengku Muhammad Rum, menyampaikan bahwa hibah ini merupakan bentuk sinergi antara dunia usaha dan aparat dalam memperkuat kesiapsiagaan serta respons cepat terhadap kebakaran lahan.

“Kami berharap dukungan berupa nozzle gambut ini dapat membantu mempercepat proses pemadaman, terutama di lahan gambut yang memiliki karakteristik kebakaran bawah permukaan. Ini merupakan wujud komitmen kami untuk terus hadir dan berkontribusi dalam menjaga keselamatan lingkungan serta masyarakat,” ujar Tengku Muhammad Rum.

Menurutnya, langkah ini juga mencerminkan kepedulian Pertamina terhadap kondisi lingkungan di sekitar wilayah operasi perusahaan, sekaligus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, seperti BPBD dan Polres Dumai, dalam upaya pencegahan dan penanganan karhutla secara terpadu.

Sementara itu, Manager Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) RU II Dumai, Syahrial Okzani, menjelaskan bahwa nozzle gambut atau nozgam merupakan solusi efektif untuk menangani kebakaran lahan gambut yang cenderung kompleks dan sulit dipadamkan.

“Nozzle gambut bekerja dengan menginjeksi air langsung ke dalam lapisan gambut yang menyimpan bara api. Dengan metode ini, pemadaman dapat dilakukan lebih tepat sasaran dan menyeluruh, sehingga mampu meminimalkan risiko kebakaran ulang,” jelas Syahrial.

Nozzle gambut sendiri merupakan inovasi teknologi pemadaman yang dikembangkan oleh Perwira Pertamina di lingkungan Kilang Dumai dan Sungai Pakning. Alat ini dirancang khusus untuk mengatasi kebakaran bawah permukaan (underground fire) yang kerap tidak terjangkau dengan metode pemadaman konvensional.

Melalui pemanfaatan teknologi tersebut, efektivitas pemadaman dapat ditingkatkan sekaligus mendorong efisiensi penggunaan air, sehingga menjadikan nozzle gambut sebagai solusi strategis dalam menghadapi tantangan karhutla di wilayah bergambut seperti Kota Dumai.

Ke depan, Pertamina Patra Niaga RU II Dumai menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, TNI/Polri, serta seluruh pemangku kepentingan dalam upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla, demi mewujudkan lingkungan yang aman, sehat, dan berkelanjutan bagi masyarakat.***

Tags

Terkini