Selama Ramadan, BP3MI Riau Pulangkan 165 PMI Deportasi dari Malaysia Lewat Dumai

Sabtu, 07 Maret 2026 | 20:19:44 WIB
dok Istimewa

DUMAI – Sebanyak 51 Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang dideportasi dari Malaysia tiba di Pelabuhan Dumai, Riau. Kedatangan para PMI tersebut disambut oleh Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Riau bersama Pos Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P4MI) Dumai, Sabtu (07/03).

Kepala BP3MI Riau, Fanny Wahyu, mengatakan pemulangan PMI deportasi dari Malaysia masih terus berlangsung, khususnya menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Sebelumnya, pada pekan lalu sebanyak 114 PMI juga telah dipulangkan melalui KJRI Johor Bahru dan tiba di Pelabuhan Dumai.

“Pada hari ini kembali kita menerima saudara-saudara kita pekerja migran Indonesia yang dideportasi dari Malaysia sebanyak 51 orang. Sebelumnya pada minggu lalu sebanyak 114 orang juga telah dipulangkan melalui KJRI Johor Bahru ke Pelabuhan Dumai,” ujar Fanny Wahyu.

Menurutnya, mayoritas PMI yang dipulangkan tersebut merupakan pekerja migran nonprosedural atau tidak memiliki dokumen resmi. Mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia, di antaranya Nusa Tenggara Barat, Jawa Timur, Lampung, Aceh, dan Sumatera Utara. Dari jumlah tersebut, pekerja migran asal Nusa Tenggara Barat masih mendominasi.

“Seperti biasa, mayoritas berasal dari Nusa Tenggara Barat, kemudian disusul dari Jawa Timur, Lampung, Aceh, dan Sumatera Utara,” jelasnya.

Ia menambahkan, selama bulan suci Ramadan ini sudah dua kali dilakukan pemulangan PMI deportasi melalui Pelabuhan Dumai. Jika ditotal, jumlahnya mencapai sekitar 165 orang.

“Dalam bulan puasa ini kita sudah dua kali menerima pemulangan deportasi. Minggu lalu sebanyak 114 orang dan hari ini 51 orang. Artinya, total sekitar 165 pekerja migran telah dipulangkan selama Ramadan ini,” katanya.

Fanny juga menyebutkan bahwa kemungkinan pemulangan PMI dari Malaysia masih akan terus berlangsung hingga menjelang Lebaran. Hal ini dilakukan agar para pekerja migran tersebut dapat kembali ke daerah asal dan merayakan Idul Fitri bersama keluarga.

“Kemungkinan masih akan ada pemulangan lagi sebelum Hari Raya Idul Fitri. Biasanya menjelang Lebaran mereka dipulangkan agar bisa merayakan hari raya bersama keluarga di kampung halaman,” ujarnya.

Dalam penyambutan para PMI tersebut, BP3MI Riau juga menyiapkan berbagai fasilitas di Pos Pelayanan Pelabuhan Dumai, termasuk suasana penyambutan dalam nuansa Ramadan.

“Dalam suasana ramadan saat ini, kami telah menyiapkan fasilitas penyambutan, termasuk melaksanakan buka puasa bersama bagi warga negara kita yang dideportasi.,” ungkapnya.

Fanny menjelaskan, sebagian besar PMI yang dipulangkan dalam kondisi sehat, meskipun ada beberapa yang sempat mengalami keluhan kesehatan ringan seperti demam. Selain itu, terdapat seorang PMI perempuan yang sedang hamil sekitar empat bulan.

“Untuk kondisi hari ini ada yang sempat demam, tetapi setelah diberikan pengobatan kondisinya sudah membaik. Ada juga satu orang yang sedang hamil sekitar empat bulan dan tetap kita lakukan penanganan agar bisa dipulangkan dengan aman,” jelasnya.

Ia juga mengakui bahwa kendala utama dalam proses pemulangan PMI ke daerah asal adalah biaya transportasi. Meski demikian, pemerintah tetap berupaya memberikan bantuan bagi para PMI yang benar-benar tidak memiliki biaya.

“Kendala yang paling sering kita hadapi adalah biaya transportasi ke daerah asal. Namun bagi mereka yang benar-benar tidak memiliki biaya, pemerintah akan memfasilitasi pemulangan hingga ke daerah masing-masing,” tegas Fanny.

BP3MI Riau memastikan seluruh PMI yang tiba di Dumai akan didata serta difasilitasi untuk kembali ke daerah asalnya, sehingga dapat berkumpul kembali bersama keluarga, terlebih menjelang Hari Raya Idul Fitri.***

Tags

Terkini