Pastikan Keandalan Pasokan BBM Jelang RAFI 2026, BPH Migas Tinjau Operasional Kilang Pertamina Dumai

Sabtu, 07 Maret 2026 | 14:54:37 WIB
dok Istimewa

DUMAI - 7 Maret 2026, PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai (Kilang Pertamina Dumai) menerima kunjungan kerja dari Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) bersama jajaran Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) serta HIPMI Riau pada Rabu (4/3).

Kunjungan ini merupakan bagian dari fungsi pengawasan BPH Migas dalam mengatur dan mengawasi penyediaan serta pendistribusian BBM, termasuk BBM bersubsidi dan pengangkutan gas bumi melalui pipa di seluruh Indonesia  khususnya pada periode Ramadan dan Idulfitri (RAFI) 2026.

Rombongan yang dipimpin oleh Komite BPH Migas, Fathul Nugroho, dan Ketua BPP HIPMI Bidang Sinergitas Danantara BUMN dan BUMD, Anthony Leong, serta rombongan HIPMI Riau diterima langsung oleh General Manager Kilang Pertamina Dumai, Iwan Kurniawan, beserta jajaran manajemen di Ruang Rapat Green Coke, Main Office Kilang Dumai. 

Rangkaian kunjungan kerja ini diisi dengan pemaparan overview kilang  dan dilanjutkan dengan agenda site visit kilang.

General Manager Kilang Pertamina Dumai, Iwan Kurniawan, menjelaskan bahwa kilang Refinery Unit Dumai merupakan salah satu dari tiga kilang terbesar di Indonesia yang menjadi tumpuan penyediaan energi nasional. 

Ia menegaskan bahwa saat ini Kilang beroperasional dengan performa  maksimal dengan mengedepankan aspek HSSE (Health, Safety, Security, and Environment) di seluruh lini aktivitas operasional.

“Kilang saat ini beroperasi dengan optimal di kapasitas 170 ribu barel per hari.  Kilang Dumai berkomitmen penuh untuk terus menjaga keandalan operasional guna memastikan stok BBM tetap terjaga,” ujar Iwan Kurniawan.

Anggota Komite BPH Migas, Fathul Nugroho, dalam diskusi tersebut menekankan pentingnya ketahanan energi nasional di tengah dinamika global. Ia menyoroti eskalasi di Timur Tengah yang menuntut kesiapsiagaan infrastruktur energi dalam negeri.

Usai sesi diskusi dan dilanjutkan dengan agenda site visit kilang, Fathul Nugroho menyampaikan, “Kami telah menyaksikan sendiri dalam kunjungan ke kilang, Kilang Dumai dalam kondisi yang optimal dapat memproduksi berbagai jenis BBM. Dan tentunya disaat terjadi eskalasi di timur tengah, kami mengharapkan agar refinery unit dumai agar dijaga terus keandalannya agar dapat memenuhi produk-produk BBM untuk kebutuhan domestik, dan secara khususnya untuk sumatera bagian utara,” ujar Fathul.

Pernyataan tersebut disampaikan mengingat Kilang Pertamina Dumai saat ini telah mampu mengolah berbagai sumber minyak mentah (crude oil) lokal, di antaranya Duri crude, Minas crude, hingga Banyu Urip.

Fathul juga menyampaikan apresiasi atas dedikasi kinerja seluruh Perwira Kilang Pertamina Dumai atas kontribusinya dalam menjalankan operasional kilang yang andal demi penyediaan energi nasional bagi masyarakat.

“Kami mewakili pemerintah mengucapkan terimakasih kepada para Perwira Pertamina, secara khususnya  yang telah secara khususnya di kilang dumai ini atas dedikasi dan kinerja yang optimal dan mudah-mudahan dalam keadaan sehat dan bisa terus berkontribusi dalam memproduksi BBM untuk Indonesia,”

Sementara itu, Anthony Leong menjelaskan keikutsertaannya dalam agenda tersebut merupakan bagian dari tugasnya di BPP HIPMI Bidang Sinergitas Danantara BUMN dan BUMD untuk mendorong pelibatan pengusaha dalam penguatan ekosistem industri energi nasional.

Area Manager Communication, Relations & CSR Kilang Pertamina Dumai, Tengku Muhammad Rum menambahkan bahwa kunjungan ini menjadi momentum penguatan sinergi antara pemerintah, pemangku kepentingan, dan dunia usaha dalam mendukung keandalan operasional kilang serta menjaga ketahanan energi nasional.

“Sinergi yang kokoh merupakan kunci utama untuk memastikan operasional kilang dapat terus berjalan aman dan lancar demi pemenuhan kebutuhan energi masyarakat secara berkelanjutan”, tutup Muhammad Rum.

Dalam peninjauan tersebut, rombongan BPH Migas diajak melihat langsung keandalan operasional kilang dumai melalui ruang panel control atau Main Control Room (MCR), yang merupakan pusat pengendalian dan pemantauan seluruh aktivitas operasional kilang.***

Tags

Terkini