JAKARTA - Aliansi Wirausaha Kebangsaan Indonesia (AWKI) menyatakan komitmennya mendukung program Presiden Prabowo Subianto melalui penguatan UMKM, kegiatan kebangsaan, serta pembangunan jaringan organisasi hingga ke daerah.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam acara peluncuran sekaligus Musyawarah Nasional (Munas) pertama AWKI.
Ketua AWKI Robertus Rani Lopiga mengatakan, dukungan terhadap agenda pemerintah menjadi bagian dari arah gerak organisasi sejak awal berdiri.
“Mendukung program pemerintah, termasuk Asta Cita, itu pasti kami lakukan karena semangat kami ada di situ,” ujarnya.
Menurut Robertus, peluncuran AWKI langsung disusul Munas merupakan langkah awal untuk mempercepat konsolidasi nasional dan pembentukan Dewan Pimpinan Daerah (DPD).
“Program-program yang kami siapkan adalah membangun DPD-DPD supaya AWKI hadir di seluruh daerah,” katanya.
Dia juga menegaskan AWKI dibangun di atas empat konsensus dasar bangsa sebagai pedoman organisasi.
“Pancasila, UUD, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika menjadi dasar dan landasan kami,” imbuh Robertus.
Di sisi lain, Dewan Pembina AWKI Mayjen TNI (Purn) Rido Hermawan mengingatkan, dinamika geopolitik global tetap perlu diwaspadai karena berdampak langsung terhadap sektor ekonomi nasional.
“Rantai pasok global saling bergantung, sehingga situasi luar negeri pasti mempengaruhi ekonomi kita,” katanya.
Rido menyebut ada empat pilar utama yang harus dijaga agar Indonesia tetap stabil, yakni keamanan nasional, ketahanan ekonomi, persatuan, dan lingkungan.
“Kalau pilar-pilar itu kuat, kita yakin Indonesia akan tetap baik-baik saja,” ujarnya.
Dalam konteks penciptaan lapangan kerja, AWKI menempatkan UMKM sebagai tulang punggung ekonomi rakyat dan solusi terhadap persoalan pengangguran.
“Model kita adalah bagaimana kita bisa mandiri, dan jawabannya adalah UMKM,” tutur Rido.
AWKI juga menyiapkan kontribusi di sektor ketahanan pangan, mulai dari peningkatan unsur hara tanah hingga efisiensi biaya produksi pertanian.
“Produksi harus lebih murah dan hasilnya lebih tinggi supaya petani ikut sejahtera,” katanya.
Meski dunia dihadapkan pada ketidakpastian global, Rido menegaskan AWKI tetap optimistis terhadap masa depan ekonomi Indonesia.
“Kami semua optimis, kalau tidak optimis untuk apa ada AWKI,” pungkasnya.(es)