Balapan di atas sungai yang membeku, menyatukan generasi muda dunia: sekilas tentang perlombaan perahu naga es perdana HIT bersama Oxford dan Cambridge

Selasa, 13 Januari 2026 | 14:25:08 WIB
The opening ceremony of "HIT-Cambridge-Oxford Cup" Ice Dragon Boat International Friendship Race

HARBIN, CHINA – Media OutReach Newswire – Pada tanggal 10 Januari, perlombaan persahabatan internasional perahu naga es perdana bertajuk “HIT–Cambridge–Oxford Cup” diselenggarakan di Harbin, kota yang dijuluki “Kota Es” di Tiongkok. Sebanyak 14 tim berpartisipasi, mewakili Universitas Oxford, Universitas Cambridge, Harbin Institute of Technology (HIT), universitas-universitas lain anggota Liga C9, serta institusi dari Hong Kong dan Makau, dan saling berkompetisi dalam ajang yang penuh semangat ini.

Keterangan Foto: Acara pembukaan Perlombaan Persahabatan Internasional Perahu Naga Es “HIT–Cambridge–Oxford Cup”

“Ini luar biasa!” ujar Edward Townsend, mahasiswa Universitas Cambridge, dengan pipi memerah diterpa angin dingin dan mata berbinar penuh antusias usai perlombaan perahu naga es yang intens. “Di Inggris, suhu terendah biasanya sekitar -5°C, tetapi di sini bisa lebih dari -20°C. Awalnya kami sama sekali tidak memahami perahu naga es, namun olahraga ini bukan hanya soal fisik; ini adalah ujian kerja sama tim. Kami pernah mendayung di Sungai Cam, tetapi ini adalah pengalaman pertama kami berlomba perahu naga di atas es di Tiongkok.”

“Tantangan terbesar adalah perbedaan teknik,” kata Daniel Foran dari Oxford. “Perahu naga es lebih menguji otot inti dan tubuh bagian atas, sementara mendayung di air lebih banyak mengandalkan kekuatan kaki. Namun tantangan ini justru membuat kami semakin kompak sebagai tim, dan para pelatih dari HIT sangat mendukung, menunjukkan kepada kami cara memanfaatkan kekuatan secara efektif.”

Keterangan Foto: Perlombaan Persahabatan Internasional Perahu Naga Es “HIT–Cambridge–Oxford Cup”

“Perahu naga es benar-benar menunjukkan kepada saya bagaimana olahraga dapat mendekatkan dunia dan membuat jarak terasa hampir tidak berarti,” ujar Na Boshi, mahasiswa HIT yang mengikuti perlombaan perahu naga es untuk ketiga kalinya. “Di masa lalu, ajang ini terutama menjadi kesempatan untuk berinteraksi dengan mahasiswa dan dosen dari universitas-universitas C9 lainnya di Tiongkok. Namun tahun ini terasa jauh lebih menarik, karena kami menyambut tim dari Oxford, Cambridge, serta universitas-universitas di Hong Kong dan Makau. Program olahraga HIT kini semakin bersifat internasional, menciptakan platform luar biasa untuk pertukaran budaya dan saling belajar.”

“Dalam budaya Tiongkok, perahu naga melambangkan persatuan, kemajuan, dan keunggulan—nilai-nilai yang sejalan dengan cita-cita Inggris tentang keberanian, kesantunan, dan tanggung jawab,” ujar Chen Jie, Sekretaris Partai HIT. “Meskipun Tiongkok dan Inggris berada di dua ujung benua Eurasia, ajang ini menjembatani tradisi mendayung Oxford dan Cambridge yang telah berusia ratusan tahun dengan warisan keunggulan teknik HIT, serta mendorong saling pengertian budaya di kalangan generasi muda kita.”

Di luar kompetisi, pertukaran budaya berlangsung sama semaraknya. Para peserta berkesempatan mengunjungi Harbin Ice-Snow World, memberi makan harimau Siberia dari jarak dekat, mencicipi kuliner khas Tiongkok Timur Laut, serta menjelajahi kawasan Barok Tiongkok yang telah berusia lebih dari satu abad. Pengalaman-pengalaman imersif ini memberikan para mahasiswa asing pemahaman yang baru dan lebih mendalam tentang Tiongkok.

Sebagai salah satu universitas teknik terkemuka di Tiongkok, penyelenggaraan ajang ini oleh HIT bukan sekadar sebuah kompetisi olahraga, melainkan juga upaya untuk menjajaki jalur-jalur baru dalam membuka pendidikan tinggi di tengah lanskap internasional yang semakin kompleks saat ini.

Hashtag: #HIT

The issuer is solely responsible for the content of this announcement.

Tags

Terkini